Ads - After Header

Heboh! Perpisahan Siswa di Klub Malam, Kepsek Dipanggil!

Ahmad Dewatara

Heboh! Perpisahan Siswa di Klub Malam, Kepsek Dipanggil!

Chapnews – Nasional – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Selatan (Disdikbud Kalsel) memberikan teguran keras kepada Kepala SMAN 1 Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar. Penyebabnya? Perpisahan 180 siswa kelas XII sekolah tersebut digelar di klub malam Hexagon Banjarmasin pada Kamis (8/5) lalu. Kejadian ini viral dan menuai kecaman publik.

Plt Kepala Disdikbud Kalsel, M Syarifuddin, menegaskan akan menjatuhkan sanksi tegas jika penyelidikan menemukan unsur kesengajaan pihak sekolah dalam menyelenggarakan acara di lokasi yang tak pantas tersebut. "Kejadian ini menjadi pembelajaran. Kami imbau sekolah lain tak mengulangi hal serupa. Sanksi tegas akan diberikan," tegas Syarifuddin kepada chapnews.id, Jumat (16/5).

Heboh! Perpisahan Siswa di Klub Malam, Kepsek Dipanggil!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Kepala SMAN 1 Sungai Tabuk, Elly Agustina, mencoba menjelaskan. Ia berdalih peristiwa ini akibat miskomunikasi internal sekolah yang berujung viral di media sosial. Peristiwa ini jelas melanggar Surat Edaran (SE) 400.3.1/0810/Disdikbud/2025 tanggal 18 Maret 2025. SE tersebut melarang perpisahan di luar lingkungan sekolah, kecuali di gedung milik pemerintah daerah. Hotel atau tempat hiburan seperti Hexagon dilarang keras.

"Rabu (14/5), saya dipanggil Kepala Bidang SMA Disdikbud Kalsel. Saya mendapat teguran lisan berupa peringatan keras. Jika terulang, sanksi akan lebih berat," jelas Elly.

Elly mengakui kurangnya koordinasi internal menyebabkan perpisahan (pukul 08.00-12.05 WITA) digelar di klub malam tersebut. Ia menyatakan permintaan lokasi perpisahan di luar sekolah murni dari siswa, meski sekolah telah beberapa kali menekankan agar acara digelar di sekolah. Siswa bersikukuh ingin di luar sekolah.

Elly juga mengaku lalai. SE Disdikbud Kalsel sebenarnya mengizinkan perpisahan di luar sekolah, asal di gedung milik pemerintah. Namun, karena menuruti permintaan siswa, Elly mengizinkan Hexagon Banjarmasin, yang dikira kafe dan restoran. Ia mengaku tak tahu itu klub malam. SE tersebut juga tak mengizinkan kafe atau restoran sebagai lokasi perpisahan.

Meskipun sekolah membentuk panitia, siswa juga membentuk panitia sendiri. Sekolah tak melarang, karena siswa ngotot, termasuk soal lokasi. Siswa beralasan agar lebih hemat biaya.

Pihak sekolah bahkan mengundang Polsek Sungai Tabuk untuk menjaga keamanan dan Pengawas Pembina SMA dari Disdikbud Kalsel. "Guru mendampingi, meski siswa punya panitia sendiri. Kesalahan kami adalah kurang koordinasi, sehingga menimbulkan asumsi publik," tutup Elly.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer