Chapnews – Ekonomi – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan hunian sementara (huntara) modular bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, ditargetkan rampung sepenuhnya pada awal bulan suci Ramadan. Proyek strategis ini dirancang untuk menampung 228 Kepala Keluarga (KK) dengan fasilitas yang memadai dan modern.
Dalam keterangan resminya di Jakarta, Menteri Dody mengungkapkan optimisme terhadap progres pembangunan. "Insya Allah, minggu pertama Ramadan ini bisa selesai total untuk 220 kepala keluarga (KK)," ujar Menteri Dody, merujuk pada target awal proyek. Ia menambahkan, lahan seluas sekitar 3 hektare yang digunakan tidak hanya akan menjadi area hunian, tetapi juga akan dimanfaatkan secara optimal sebagai ruang terbuka hijau, dilengkapi dengan area bermain anak, tempat ibadah, dan berbagai fasilitas publik lainnya untuk mendukung kehidupan komunitas.

Huntara modular di Kabupaten Bener Meriah ini mengadopsi metode konstruksi baja prefabrikasi, berdiri di atas lahan seluas 30.000 meter persegi atau setara 3 hektare. Total luas bangunan mencapai 4.855 meter persegi, yang terbagi menjadi 19 blok hunian. Area modul hunian sendiri mencakup 3.672 meter persegi yang terdiri dari 228 modul, ditambah area non-hunian seluas 2.210 meter persegi untuk fasilitas pendukung esensial seperti toilet umum dan selasar penghubung.
Setiap unit hunian dirancang untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi 228 KK, didukung oleh fasilitas sanitasi yang lengkap. Ini mencakup 114 unit shower, 114 unit kloset, serta 4 unit fasilitas khusus yang didedikasikan untuk penyandang disabilitas. Untuk menunjang kebutuhan dasar, sistem penyediaan air bersih akan dipasok dari sumur bor, pengolahan air kotor menggunakan biotank yang ramah lingkungan, dan suplai listrik dipastikan stabil dari jaringan PLN.
Pembangunan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana, memastikan bahwa warga terdampak dapat segera menempati hunian yang layak, aman, dan modern menjelang datangnya bulan suci Ramadan. Inisiatif ini diharapkan tidak hanya menyediakan tempat tinggal, tetapi juga membangun kembali harapan dan semangat komunitas di Bener Meriah.



