Chapnews – Ekonomi – Sebulan pasca diterjang banjir bandang dahsyat yang melumpuhkan sejumlah jalur vital di Aceh, denyut nadi perekonomian masyarakat perlahan mulai berdetak kembali. PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), sebagai bagian dari penugasan negara di bawah koordinasi Kementerian Pekerjaan Umum, bahu membahu bersama TNI AD dan mitra konstruksi lokal untuk memulihkan infrastruktur krusial yang menjadi urat nadi pergerakan masyarakat dan distribusi logistik.
Fokus utama pemulihan adalah jalur nasional Banda Aceh-Medan yang sempat terputus akibat amukan banjir bandang pada 27 November 2025 lalu. Kabar baiknya, jalur tersebut kini telah tersambung kembali melalui Jembatan Bailey Krueng Tingkeum yang terletak di Kabupaten Bireuen.

Direktur Utama ADHI, Moeharmein Zein Chaniago, menegaskan bahwa percepatan pemulihan ini adalah wujud tanggung jawab perseroan dalam menjalankan amanah negara. "Akses infrastruktur adalah fondasi utama pemulihan. Ketika jalan dan jembatan kembali berfungsi, distribusi bantuan, aktivitas ekonomi, dan layanan publik dapat bergerak secara simultan," ujarnya di Jakarta, Rabu (21/1/2026).
ADHI, bersama dengan kontraktor lokal PT Krueng Meuh, berhasil merampungkan pembangunan jembatan darurat sepanjang lebih dari 60 meter dalam waktu singkat, hanya 18 hari. Pengerjaan ini didukung penuh oleh 33 personel Zeni Kodam Iskandar Muda yang bekerja tanpa kenal lelah. Jembatan dengan kapasitas 30 ton ini kini telah dapat dilalui oleh kendaraan roda dua hingga truk logistik, memulihkan mobilitas yang sempat terganggu.
Bagi masyarakat Bireuen dan kabupaten-kabupaten di sekitarnya, berfungsinya kembali jembatan ini bukan sekadar penyelesaian proyek konstruksi. Ini adalah simbol kembalinya produktivitas. Akses pasar antar wilayah kembali terbuka lebar, distribusi kebutuhan pokok yang sempat tersendat kini berangsur normal, dan layanan publik dapat menjangkau masyarakat secara lebih merata.
Upaya pemulihan juga gencar dilakukan di Pidie Jaya. Jembatan Krueng Meureudu, yang merupakan penghubung lintas timur Aceh, telah kembali beroperasi setelah penanganan darurat diselesaikan pada 12 Desember 2025.
Selain pembangunan jembatan, ADHI juga telah mengerahkan alat berat ke sejumlah titik kritis di Aceh sejak akhir November 2025. Excavator dan dump truck dikerahkan ke Aceh Tamiang, ruas Blangkejeren-Kutacane, Bireuen-Takengon, hingga Pidie untuk membuka akses, membersihkan material longsor, dan mempersiapkan lahan untuk infrastruktur darurat. Dengan sinergi dan kerja keras semua pihak, Aceh perlahan bangkit dari keterpurukan.


