Ads - After Header

Amanah Dokter Icha: Keluarga Lapor Pejabat, Lindungi Nakes!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Keluarga mendiang Dokter Eliza Princila Utama Pakaenoni, yang akrab disapa Dokter Icha, secara resmi melaporkan dugaan intimidasi dan kekerasan verbal yang dialami almarhumah ke Polda NTT pada Jumat (3/7). Langkah ini diambil dengan harapan besar agar tidak ada lagi tenaga kesehatan (nakes) yang mengalami perlakuan serupa, baik secara verbal maupun fisik, saat menjalankan tugas mulianya di garda terdepan pelayanan kesehatan.

Viktor Manbait, perwakilan keluarga, menjelaskan bahwa laporan ini merupakan wujud nyata dari "amanah" atau pesan terakhir Dokter Icha. Ayah almarhumah, Gabriel Pakaenoni, bersama ibu, Nur Azizah, serta kedua adiknya, Tiara dan Elyn Pakaenoni, hadir langsung di Polda NTT untuk menyampaikan laporan tersebut. Mereka berharap tindakan ini dapat menjadi payung perlindungan bagi seluruh nakes di fasilitas kesehatan.

Amanah Dokter Icha: Keluarga Lapor Pejabat, Lindungi Nakes!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Setelah pendalaman awal, terungkap bahwa empat orang pejabat publik dilaporkan terkait kasus intimidasi ini. Mereka adalah tiga anggota DPRD Timor Tengah Utara (TTU) dan satu dokter hewan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Dinas Peternakan TTU. Ketiga anggota DPRD TTU yang disebutkan adalah Therezius Lazakar (Golkar), Robert Tubani (PKB), dan Veronika Lake (PDIP). Sementara itu, Dokter Hewan Maria Mathildis Sau dari Dinas Peternakan TTU juga turut dilaporkan.

Dugaan intimidasi ini terjadi pada 13 Juni lalu, saat Dokter Icha sedang menangani pasien gigitan ular di Unit Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Leona Kefamenanu. Pasien tersebut disebut-sebut masih memiliki hubungan keluarga dengan salah satu anggota DPRD yang terlibat, Therezius Lazakar. Insiden inilah yang diduga kuat menjadi pemicu depresi berat dan gangguan psikologis pada Dokter Icha, hingga akhirnya ia ditemukan meninggal dunia karena bunuh diri di rumahnya di Perumahan RSS Baumata, Kabupaten Kupang, pada Jumat (26/6) sore.

Menanggapi laporan ini, Wakil Direktur Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA & PPO) Polda NTT, AKBP Samuel Simbolon, menyatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan penyelidikan dan penyidikan. "Kami masih telusuri nanti dari hasil perkembangan penyelidikan dan penyidikan terduga akan lakukan pemeriksaan dari saksi-saksi dan barang bukti yang ada di sekitar IGD," jelas AKBP Samuel.

Keluarga mendiang Dokter Icha tiba di Polda NTT sekitar pukul 11.10 WITA dan langsung menuju Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT). Sebanyak tujuh anggota keluarga, termasuk orang tua dan adik-adik Dokter Icha, nampak membawa bingkai foto Dokter Icha, sebagai simbol kehadiran almarhumah dalam perjuangan mencari keadilan. Proses pelaporan berlangsung hingga pukul 15.30 WITA, sebelum akhirnya keluarga meninggalkan Mapolda NTT. Pemakaman Dokter Icha sendiri telah dilaksanakan pada Senin (29/6) dan dihadiri ribuan pelayat yang turut berduka.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer