Ads - After Header

Ambisi CUAN Prajogo: Bidik 30 Juta Ton, Jadi Raksasa Batu Bara!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Ekonomi – PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), emiten batu bara milik konglomerat Prajogo Pangestu, mengumumkan target ambisius untuk memproduksi 30 juta ton batu bara pada tahun 2031. Langkah ini merupakan bagian integral dari strategi perusahaan untuk memperkuat posisinya sebagai grup pertambangan dan energi terintegrasi yang dominan di Indonesia.

Untuk merealisasikan target masif tersebut, CUAN tengah gencar melakukan serangkaian langkah strategis, termasuk pengambilalihan PT Singaraja Putra Tbk (SINI) melalui afiliasinya. Dalam proses ini, PT Petrosea Tbk (PTRO) turut berperan penting. Per Desember 2025, Petrindo, melalui entitas anaknya PT Kreasi Jasa Persada beserta afiliasinya, secara tidak langsung telah menguasai 19,99% saham SINI. Saat ini, mereka juga tengah berpartisipasi dalam proses right issue SINI, dengan harapan kepemilikan Petrindo dan/atau afiliasinya akan mencapai minimal 29% setelah transaksi tuntas.

Ambisi CUAN Prajogo: Bidik 30 Juta Ton, Jadi Raksasa Batu Bara!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Secara teknis, proyeksi total cadangan batu bara yang akan dimiliki oleh Petrindo dan seluruh anak usahanya diperkirakan mencapai sekitar 378 juta ton. Basis sumber daya yang melimpah ini tidak hanya memberikan fondasi yang kokoh untuk mendukung pertumbuhan produksi jangka panjang, tetapi juga memperkuat keberlanjutan operasional grup secara keseluruhan.

Direktur Utama Petrindo Jaya Kreasi, Michael, dalam keterangannya di Jakarta baru-baru ini, mengungkapkan optimismenya yang tinggi. "Dengan ekspansi Petrindo bersama anak usaha, termasuk Singaraja Putra, kami memproyeksikan akan mampu meningkatkan produksi secara bertahap hingga melampaui 30 juta ton per tahun sampai 2031," ujarnya. Ia menambahkan bahwa pencapaian ini berpotensi menempatkan grup Petrindo sebagai salah satu dari enam produsen batu bara terbesar di Indonesia berdasarkan volume produksi tahunan.

Nilai strategis dari akuisisi SINI jauh melampaui sekadar penambahan cadangan dan peningkatan produksi. Transaksi ini secara signifikan memperkuat model bisnis terintegrasi Petrindo, yang menggabungkan kepemilikan sumber daya yang luas, kapabilitas operasional mumpuni dari Petrosea, serta infrastruktur logistik yang dirancang untuk mengelola volume besar per tahun. Melalui model bisnis terintegrasi ini, peningkatan produksi tidak hanya akan menghasilkan tambahan penjualan batu bara, tetapi juga secara optimal meningkatkan utilisasi jalan tambang, pelabuhan, dan berbagai fasilitas logistik yang telah dibangun. Sinergi antara aset tambang dan infrastruktur ini menjadi faktor kunci yang mendukung penciptaan nilai tambah di seluruh rantai bisnis pertambangan Perseroan, menegaskan visi Petrindo untuk menjadi pemain utama di sektor energi nasional.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer