Chapnews – Nasional – Sebuah tragedi memilukan melanda Panti Jompo Werdha Damai di Manado, Sulawesi Utara, pada Senin (29/12) malam. Sebanyak 16 penghuni lanjut usia (lansia) dilaporkan tewas setelah terjebak di dalam kamar mereka saat api melahap bangunan panti. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Manado, Charles Jemmy Rotinsulu, mengonfirmasi insiden nahas ini.
Menurut Charles, para korban rata-rata tidak dapat menyelamatkan diri karena faktor usia lanjut dan kondisi kebingungan yang menghambat mereka untuk menemukan jalan keluar dari kobaran api. "Rata-rata korban terkurung, karena sudah lanjut usia dan agak kebingungan untuk keluar," terang Charles, mengulang pernyataannya pada Senin (29/12).

Pihak Damkar Manado, setelah menerima laporan dari warga, segera mengerahkan tiga unit armada pemadam kebakaran beserta 25 personel ke lokasi kejadian. Namun, setibanya di sana, api sudah berkobar hebat. "Saat kami tiba, api memang sudah membesar. Dugaan kami, para lansia ini tidak bisa keluar dari lokasi karena terhalang oleh api dan asap tebal yang memenuhi ruangan," jelas Jemmy.
Tim pemadam kebakaran dengan sigap berupaya memadamkan api sekaligus mengevakuasi para penghuni panti. Banyak di antara korban yang ditemukan tak berdaya di tempat tidur mereka. "Rata-rata lansia, saat dievakuasi banyak yang masih di tempat tidur. Kami menduga mereka mungkin sudah tertidur lelap atau dalam kondisi tidak sadarkan diri," imbuh Charles.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran yang merenggut nyawa 16 lansia tersebut masih belum diketahui. Charles menyatakan, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap sumber api. "Sampai pagi ini, kepolisian masih menyelidiki dari mana api berasal. Kami juga terus mengumpulkan informasi dari warga sekitar," pungkasnya.
Keenambelas jenazah korban telah dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, 16 penghuni panti lainnya berhasil selamat dari insiden maut ini. "Dari yang selamat, 14 orang saat ini dirawat di RSUD Kota Manado, dan dua orang lainnya telah dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih memadai," terang Charles.



