Chapnews – Nasional – Gelombang banjir dahsyat setinggi dua hingga lima meter, bahkan di beberapa titik mencapai 5,5 meter, baru-baru ini melumpuhkan Perumahan Periuk Damai, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Banten. Ratusan rumah di kawasan tersebut terendam total, memaksa ribuan warga mengungsi dan menghadapi tantangan berat di tengah bulan Ramadan.
Di Perumahan Periuk Damai sendiri, bencana ini secara langsung menimpa setidaknya 286 kepala keluarga yang tersebar di lima Rukun Tetangga (RT) dalam wilayah RW 08, membuat ratusan rumah mereka terendam total. Ketinggian air yang ekstrem ini jauh melampaui prediksi warga, menciptakan kepanikan dan kerugian yang tak terhitung.

Musibah ini bukan sekadar genangan biasa. Sejak Minggu dini hari, tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah tersebut tanpa henti memicu luapan air Kali Cirarab secara masif. Ditambah lagi, kondisi diperparah oleh jebolnya beberapa tanggul penahan air serta meluapnya debit air dari Danau Situ Bulakan yang berfungsi sebagai tandon penampungan, menciptakan kombinasi mematikan yang tak terelakkan.
Heri, Ketua RW setempat, mengungkapkan keprihatinannya. Menurutnya, ini adalah kali kedua banjir melanda kawasan tersebut dalam tahun ini, namun dengan skala yang jauh lebih parah. "Bulan lalu, ketinggian air berkisar antara dua hingga empat setengah meter. Namun, akhir pekan ini, angkanya melonjak drastis hingga mencapai dua sampai lima setengah meter. Ini di luar dugaan kami, warga mengira akan lebih rendah, tapi justru sebaliknya. Bahkan tanggul yang baru diperbaiki pun kembali jebol," tutur Heri dengan nada cemas, seperti dikutip oleh chapnews.id.
Meluasnya dampak banjir juga dikonfirmasi oleh Camat Periuk, Andhika Nugraha. Ia menyebutkan, setidaknya ada 25 titik banjir yang tersebar di lima kelurahan berbeda di Kecamatan Periuk. "Penyebabnya tak jauh berbeda, yakni limpasan air yang masif dan kondisi tanggul yang rembes serta belum mampu menahan debit air yang sangat tinggi," jelas Andhika kepada chapnews.id.
Dari puluhan titik banjir tersebut, sekitar 8.500 warga terpaksa mengungsi di 18 posko penampungan yang telah disiapkan. Secara keseluruhan, total kepala keluarga yang terdampak mencapai 3.337 KK dengan jumlah jiwa mencapai 9.752 orang. Di tengah suasana bulan Ramadan, para korban banjir sangat mengharapkan uluran tangan berupa bantuan logistik dan kebutuhan pokok lainnya untuk bertahan di pengungsian. Situasi ini menuntut respons cepat dari berbagai pihak guna meringankan beban ribuan warga yang kini kehilangan tempat tinggal dan mata pencarian sementara.



