Chapnews – Ekonomi – Pemerintah siap menggelontorkan bantuan beras kepada 18,3 juta keluarga kurang mampu. Program ini merupakan bagian dari upaya penstabilan harga beras nasional dan stimulus ekonomi. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, dalam keterangan tertulisnya Sabtu (21/6/2025), memastikan penyaluran bantuan akan dilakukan selama dua bulan, Juni dan Juli 2025. Masing-masing keluarga penerima manfaat (KPM) akan mendapatkan 20 kilogram beras.
Arief menjelaskan, penyaluran bantuan beras memanfaatkan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog. Program ini telah diputuskan melalui rapat terbatas (Ratas) bersama Presiden dan rapat koordinasi terbatas (Rakortas) dengan Menteri Koordinator Bidang Pangan. Ia menegaskan, penyaluran bantuan berupa satu kali pengiriman langsung kepada KPM, bertujuan untuk memberikan dampak langsung dan efektif bagi perekonomian masyarakat.

Selain bantuan beras, pemerintah juga menjalankan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras. Program ini telah menyalurkan 181 ribu ton beras sejak Januari hingga Idulfitri lalu. Penyaluran sementara dihentikan untuk memberi ruang bagi panen raya guna mengisi kembali stok CBP. Saat ini, stok CBP mencapai 4,15 juta ton, terdiri dari 1,8 juta ton transfer stok dari tahun 2024 dan 2,5 juta ton serapan beras dalam negeri. Jumlah serapan ini disebut sebagai yang terbaik. Dengan demikian, program bantuan beras ini diharapkan dapat berjalan lancar dan tepat sasaran.



