Chapnews – Ekonomi – Pemerintah Indonesia tengah melakukan perhitungan cermat terkait potensi penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax untuk periode Agustus 2026. Dinamika harga minyak mentah dunia yang fluktuatif, dengan tren penurunan setelah sempat menyentuh angka di atas USD100 per barel, menjadi faktor utama dalam evaluasi ini. Di sisi lain, masyarakat pengguna BBM subsidi seperti Pertalite dapat bernapas lega, karena pemerintah telah memberikan jaminan bahwa harganya akan tetap stabil hingga akhir tahun ini.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot, pada Rabu (29/7/2026) di Jakarta, menjelaskan bahwa penentuan harga keekonomian Pertamax melibatkan komponen biaya pokok penyediaan (BPP) oleh Pertamina ditambah dengan margin keuntungan yang wajar. "Kami dari Kementerian ESDM akan menganalisis secara seksama untuk melihat bagaimana aspek keekonomian dari harga ini," ujar Yuliot. Ia menambahkan, jika rata-rata harga minyak dunia menunjukkan tren penurunan yang konsisten dibandingkan periode sebelumnya, ada kemungkinan besar Pertamina akan melakukan penyesuaian harga Pertamax ke level yang lebih rendah.

Data terkini menunjukkan harga minyak mentah Brent berada di kisaran USD83,86 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) tercatat USD80,73 per barel. Angka-angka ini merefleksikan penurunan signifikan dari puncaknya yang sempat menembus USD100 per barel akibat gejolak geopolitik global. Penyesuaian harga BBM nonsubsidi, termasuk Pertamax, umumnya diumumkan pada tanggal 1 setiap bulannya, sehingga keputusan untuk Agustus 2026 akan menjadi perhatian publik.
Di tengah ketidakpastian harga komoditas global, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia membawa kabar baik bagi pengguna BBM bersubsidi. Setelah bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Jakarta pada Selasa (28/7/2026), Bahlil memastikan bahwa harga BBM jenis Pertalite tidak akan mengalami kenaikan hingga penghujung tahun 2026. "Kami dapat menjamin bahwa untuk harga BBM subsidi tidak ada kenaikan, sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan saat ini," tegas Bahlil, memberikan kepastian di tengah ekspektasi masyarakat.

