Chapnews – Nasional – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Gunung Bromo terus meluas, mencapai sekitar 80 hektare hingga Rabu (5/8). Api yang awalnya muncul di Watugede, Lumajang, kini merembet ke berbagai area penting, termasuk Lautan Pasir. Kondisi darurat ini memaksa penutupan akses wisata demi keselamatan publik.
Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, mengonfirmasi bahwa luasan area terdampak terus bertambah signifikan. "Api bergerak terus, dan hingga hari ini sudah sebanyak 80 hektar lahan yang terbakar. Ada titik api baru di sekitar Watugede dan Lautan Pasir," jelas Gatot kepada awak media, Rabu.

Tim gabungan dari berbagai unsur telah dikerahkan ke lokasi untuk berjibaku memadamkan api. Namun, upaya mereka menghadapi tantangan berat. Medan yang terjal di lereng Kaldera Bromo serta hembusan angin kencang menjadi kendala utama. "Kontur wilayah Bromo di dekat Kaldera sangat terjal, membuat tim kesulitan dalam pemadaman," imbuhnya.
Untuk mengatasi medan yang sulit dijangkau, selain pemadaman manual atau "gepyok", petugas juga memanfaatkan teknologi canggih berupa drone water spray. Drone berkapasitas 150 liter ini difokuskan untuk menyisir dan memadamkan sisa bara api di titik-titik sulit yang tidak terjangkau secara langsung. "Drone ini khusus untuk memadamkan potensi bara di lokasi yang punya potensi masih ada bara," kata Gatot, seperti dikutip dari chapnews.id.
Dampak karhutla ini tidak hanya merusak vegetasi alam yang menjadi habitat flora dan fauna endemik, tetapi juga berimbas pada sektor pariwisata. Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) telah memutuskan untuk membatasi akses kunjungan ke Gunung Bromo dari arah Lumajang dan Malang. Penutupan ini bersifat sementara hingga kondisi memungkinkan dan area dinyatakan aman. "Kami berharap dengan dukungan dari BNPB ini proses pemadaman menjadi lebih cepat," tutup Gatot, menegaskan pentingnya kolaborasi untuk mengatasi bencana ini.

