Chapnews – Nasional – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM), secara tegas membantah isu penutupan Jalan Diponegoro di Bandung. Ia memastikan bahwa ruas jalan vital tersebut hanya akan mengalami rekayasa lalu lintas, bukan penutupan total, sebagai bagian dari proyek penataan kawasan sekitar Gedung Sate.
KDM menjelaskan bahwa skema baru ini akan mengubah pola arus lalu lintas menjadi melingkar. Tujuannya adalah untuk mengintegrasikan kawasan Gasibu dan Gedung Sate yang selama ini terpisah oleh Jalan Diponegoro, menciptakan satu kesatuan ruang publik yang lebih harmonis.

"Tidak ada penutupan Jalan Diponegoro. Yang ada adalah pengalihan ruas, dari yang semula membelah antara Gasibu dan Gedung Sate menjadi pola melingkar," ujar KDM saat memberikan keterangan.
Penjelasan ini muncul sebagai tanggapan langsung terhadap petisi penolakan revitalisasi Jalan Diponegoro yang sempat ramai diperbincangkan di kalangan masyarakat. KDM menilai bahwa kekhawatiran publik tersebut sebagian besar disebabkan oleh misinterpretasi atau kesalahpahaman mengenai detail rencana penataan kawasan yang sedang digodok oleh pemerintah provinsi.
KDM juga menekankan bahwa implementasi pengalihan arus lalu lintas ini tidak akan dilakukan dalam waktu dekat. Proses tersebut baru akan diterapkan setelah seluruh infrastruktur penataan kawasan selesai dibangun dan dinilai siap serta nyaman untuk digunakan oleh publik.
"Selama pembangunan jalan belum rampung, kami tidak akan menutupnya. Nanti, setelah semua infrastruktur terbangun dengan nyaman, barulah kami akan mengalihkan arus," tegasnya.
Lebih lanjut, KDM memaparkan bahwa visi utama di balik penataan kawasan ini adalah untuk mewujudkan ruang publik yang lebih teratur, aman, dan nyaman bagi warga, tanpa mengurangi aksesibilitas masyarakat terhadap area tersebut. Ia menggarisbawahi pentingnya kawasan tersebut sebagai pusat interaksi dan aktivitas warga, sehingga setiap tahapan perubahan dirancang secara cermat dan bertahap.
Selain itu, rekayasa lalu lintas yang direncanakan juga diharapkan mampu mengurai kemacetan yang kerap terjadi di area tersebut, sekaligus meningkatkan faktor keselamatan bagi seluruh pengguna jalan.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat, imbuhnya, berkomitmen penuh untuk memastikan bahwa setiap fase penataan akan dilaksanakan dengan meminimalkan dampak negatif terhadap aktivitas harian masyarakat.
Dengan demikian, KDM kembali menegaskan bahwa tidak ada agenda penutupan Jalan Diponegoro, melainkan hanya penyesuaian pola arus lalu lintas yang strategis demi mendukung terwujudnya kawasan publik yang lebih tertata dan fungsional di jantung Kota Bandung.
