Chapnews – Ekonomi – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan sebuah pencapaian signifikan dalam sektor hilirisasi mineral. Hingga semester I tahun 2026, realisasi investasi di bidang ini telah menembus angka fantastis Rp206,5 triliun. Angka ini menempatkan hilirisasi mineral sebagai sektor dengan penanaman modal terbesar dibandingkan seluruh sektor hilirisasi lainnya di Indonesia.
Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno, menjelaskan bahwa capaian ini bukan sekadar peningkatan nilai tambah komoditas. Lebih dari itu, ia mengindikasikan evolusi hilirisasi mineral di Tanah Air dari sekadar kebijakan menjadi pembentukan ekosistem industri yang kokoh. "Pada semester 1 2026, realisasi hilirisasi mineral mencapai 206,5 triliun, terbesar dibanding sektor hilirisasi lainnya," ungkap Tri dalam acara Global South Dialogue on Critical Mineral and Green Industrialization yang berlangsung di Jakarta, Kamis (13/8/2026).

Fenomena menarik lainnya adalah pergeseran arus investasi. Tri menambahkan bahwa semakin banyak investasi hilirisasi yang kini mengalir ke luar Pulau Jawa, dengan total sekitar Rp227 triliun. Kondisi ini menunjukkan adanya pergerakan aktivitas ekonomi yang semakin mendekati wilayah-wilayah sumber daya alam. Dengan demikian, hilirisasi tidak hanya menciptakan nilai tambah bagi komoditas mineral, tetapi juga berhasil memicu pemerataan aktivitas ekonomi ke daerah-daerah penghasil sumber daya.
Pemerintah juga tengah menggarap 26 proyek hilirisasi strategis nasional. Proyek-proyek ini diperkirakan menelan investasi sekitar Rp225 triliun, menunjukkan komitmen serius dalam mengembangkan sektor ini.
Menurut Tri, hilirisasi memberikan setidaknya empat dampak fundamental bagi perekonomian Indonesia. Pertama, mendongkrak nilai tambah produk mineral. Kedua, mengukuhkan penerimaan negara. Ketiga, memacu investasi dan menciptakan lapangan kerja baru yang luas. Keempat, membangun fondasi kuat bagi industri strategis nasional. Ini semua menegaskan peran krusial hilirisasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.


