Ads - After Header

Efek Konser Ye Dongkrak Ekonomi Nasional

Ahmad Dewatara

Chapnews.id – Fenomena konser musik berskala internasional kini tidak lagi sekadar menjadi ajang hiburan semata, melainkan telah bertransformasi menjadi mesin penggerak ekonomi yang sangat potensial. Salah satu nama besar yang disebut-sebut mampu memberikan dampak signifikan adalah musisi dunia, Kanye West atau yang kini lebih dikenal dengan nama Ye. Menanggapi potensi besar ini, sektor pariwisata dan perhotelan mulai menyuarakan pentingnya dukungan pemerintah dalam memfasilitasi acara-acara kelas dunia tersebut.

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) secara tegas mendorong pemerintah untuk menempatkan penyelenggaraan konser musik internasional sebagai salah satu prioritas dalam pengembangan ekonomi nasional. Menurut PHRI, kemudahan dalam proses birokrasi dan perizinan menjadi kunci utama agar Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara tetangga dalam menarik minat promotor musik global serta wisatawan mancanegara.

Efek Konser Ye Dongkrak Ekonomi Nasional
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Ketua Umum PHRI, Hariyadi Sukamdani, menjelaskan bahwa kehadiran artis papan atas seperti Ye akan menciptakan efek berganda atau multiplier effect yang luar biasa bagi berbagai sektor. Dampak ini tidak hanya dirasakan oleh penyelenggara acara, tetapi juga merambat ke industri perhotelan, restoran, transportasi, hingga pelaku UMKM di sekitar lokasi acara.

"Acara-acara berskala besar seperti itu sangat bagus. Hal ini mampu menarik kunjungan wisatawan mancanegara (inbound tourism) ke tanah air. Oleh karena itu, kami sangat berharap prosesnya bisa dipermudah," ungkap Hariyadi saat memberikan keterangannya kepada media, Minggu (25/10/2026).

Hariyadi juga menyoroti tantangan biaya penyelenggaraan konser di Indonesia yang saat ini dinilai masih relatif tinggi jika dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan Asia. Kondisi ini seringkali menjadi hambatan bagi promotor internasional untuk memilih Indonesia sebagai destinasi tur dunia mereka. Oleh sebab itu, ia menekankan bahwa pemerintah perlu hadir memberikan solusi melalui penyederhanaan regulasi.

"Pemerintah seharusnya menjadikan konser internasional sebagai salah satu prioritas. Intinya adalah bagaimana proses perizinannya bisa dimudahkan. Jika perizinan lancar, dampak ekonominya akan langsung terasa secara nyata, terutama bagi perekonomian di daerah tempat konser tersebut berlangsung," tegasnya.

Lebih lanjut, Hariyadi menambahkan bahwa daya tarik konser internasional tidak hanya terletak pada jumlah penonton yang membludak, tetapi juga pada potensi perpanjangan durasi kunjungan wisatawan (length of stay). Para penggemar musik yang datang dari luar negeri atau luar kota cenderung tidak hanya datang untuk menonton konser lalu langsung pulang.

"Mereka bisa tinggal lebih lama di daerah tersebut. Jika jumlah penontonnya masif, mereka tidak hanya datang lalu pergi, tetapi juga akan menginap dan berwisata. Inilah yang membuat bisnis yang terkait dengan industri hiburan ini sangat menguntungkan bagi pertumbuhan ekonomi daerah," pungkasnya. Melalui sinergi antara kemudahan izin dan kualitas penyelenggaraan, Indonesia diharapkan dapat menjadi pusat hiburan global yang mampu mendongkrak devisa negara secara signifikan.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer