Chapnews – Ekonomi – Presiden terpilih, Prabowo Subianto, langsung tancap gas memimpin rapat terbatas (ratas) kabinet Merah Putih membahas isu-isu ekonomi krusial di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (11/2/2026). Pertemuan penting ini dilangsungkan hanya sehari setelah Prabowo mengadakan pertemuan tertutup dengan lima pengusaha nasional terkemuka di Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Bogor, Selasa malam.
Lima taipan yang hadir dalam pertemuan Selasa malam (10/2/2026) tersebut adalah Prajogo Pangestu dari Barito Pacific Group, Anthony Salim dari Salim Group, Franky Widjaja dari Sinar Mas Group, Boy Thohir dari Adaro Energy, serta Sugianto Kusuma dari Agung Sedayu Group. Kehadiran mereka memicu spekulasi mengenai arah kebijakan ekonomi pemerintahan mendatang, yang kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mendalam di tingkat kabinet.

Dalam ratas yang digelar hari ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, melaporkan perkembangan indikator makroekonomi terkini kepada Presiden Prabowo. Laporan tersebut menunjukkan sinyal positif dan optimisme bagi perekonomian nasional di tengah dinamika global.
Airlangga memaparkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal keempat tahun sebelumnya berhasil mencapai 5,39 persen, sebuah angka yang diklaim tertinggi di antara negara-negara G20. "Kemudian pertumbuhan 5,11 persen secara year-on-year ini juga sangat baik," imbuh Menko Airlangga, seperti dikutip dari chapnews.id. Data ini mengindikasikan ketahanan ekonomi Indonesia di tengah berbagai tantangan.
Dari sektor riil, aktivitas manufaktur tetap berada di zona ekspansi dengan indeks sebesar 52,6, menunjukkan geliat produksi dan industri yang stabil. Selain itu, tingkat keyakinan konsumen pada Januari juga menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan bulan sebelumnya. "Indeks keyakinan konsumen di bulan Januari juga masih tinggi, yaitu dibandingkan dengan Desember terjadi kenaikan 127. Dan kalau kita mengacu kepada Mandiri Spending Index itu angkanya di 372,5," jelasnya, menegaskan bahwa daya beli masyarakat dan optimisme terhadap masa depan ekonomi tetap terjaga.



