Chapnews – Ekonomi – Pasar emas global dan domestik kembali bergejolak, dengan harga logam mulia yang terus mencetak rekor tertinggi. Pengamat pasar keuangan memprediksi lonjakan ini belum usai, bahkan berpotensi membawa harga emas di Indonesia menembus angka fantastis Rp4,2 juta per gram.
Pada Kamis, 29 Januari 2026, harga emas dunia berhasil menembus level USD5.598 per troy ons, menandai puncak baru dalam sejarah. Sejalan dengan itu, harga emas batangan di pasar domestik juga telah mencapai rekor Rp3,1 juta per gram.

Melihat dinamika pasar yang ada, Pengamat Pasar Keuangan, Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan bahwa tren kenaikan harga emas akan terus berlanjut dan mendominasi sepanjang tahun 2026. Ibrahim bahkan telah merevisi proyeksi awalnya secara signifikan. Ia kini memperkirakan harga emas dunia berpotensi melonjak hingga USD6.500 per troy ons dalam kurun waktu satu tahun ke depan.
"Awalnya saya memprediksi bahwa di kuartal pertama, harga akan menembus level USD5.000, dan untuk keseluruhan tahun 2026 di angka USD5.500," ujar Ibrahim dalam keterangannya yang diterima chapnews.id di Jakarta. "Namun, mengingat harga emas sudah menyentuh level USD5.598, saya merevisi proyeksi bahwa kemungkinan besar di tahun 2026 ini akan menyentuh level USD6.500 per troy ons."
Seiring dengan proyeksi lonjakan harga emas dunia tersebut, Ibrahim turut merevisi perkiraan harga logam mulia di pasar domestik. Ia memperkirakan, harga emas di Indonesia berpotensi melesat hingga mencapai Rp4,2 juta per gram, mengikuti jejak kenaikan harga global yang tak terbendung.



