Chapnews – Ekonomi – Pemerintah secara resmi mengumumkan kelanjutan Program Magang Nasional dan vokasi pada semester II tahun 2026, sebuah inisiatif strategis yang menjanjikan gaji setara Upah Minimum Provinsi (UMP) bagi para pesertanya. Langkah ini diambil sebagai bagian integral dari upaya pemerintah untuk terus mendorong momentum pertumbuhan ekonomi nasional serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa program magang dan vokasi ini akan menjadi "penggerak daripada perekonomian di masyarakat." Pernyataan tersebut disampaikannya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, pada Senin (22/6/2026). Program ini merupakan bagian dari paket stimulus ekonomi untuk paruh kedua tahun 2026, dengan alokasi anggaran fantastis mencapai Rp6,26 triliun. Rinciannya, Rp4,14 triliun dialokasikan untuk Program Magang Nasional yang menargetkan 150 ribu peserta, sementara Rp2,12 triliun disiapkan untuk pelatihan vokasi. Program vokasi ini secara khusus akan memprioritaskan 220 ribu lulusan SMK dan 50 ribu pekerja yang terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), memberikan mereka kesempatan untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing.

Di sisi lain, Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, pada Selasa (23/6/2026) di Jakarta, menggarisbawahi efektivitas Program Magang Nasional dalam meningkatkan kompetensi peserta. Hal ini, menurutnya, terbukti dari hasil survei terhadap para alumni. Ia menambahkan bahwa peserta program tidak hanya mendapatkan uang saku yang setara dengan upah minimum, tetapi juga perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Lebih lanjut, mereka akan didampingi oleh mentor profesional serta berkesempatan mengikuti sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), yang sangat berharga untuk karir masa depan.
Program Magang Nasional sebelumnya telah menunjukkan capaian yang impresif, berhasil menjaring 102,6 ribu peserta dari total 370,5 ribu pendaftar. Para peserta ini ditempatkan di 8.048 perusahaan dan instansi pemerintah di seluruh Indonesia. Hasil survei terhadap 65.245 peserta menunjukkan tingkat kepuasan yang sangat tinggi, dengan 84,26 persen menyatakan puas atau sangat puas terhadap program ini. Dari aspek manfaat ekonomi, 67,13 persen responden mengakui bahwa program tersebut sangat membantu kondisi ekonomi mereka dan keluarga.
Tidak hanya itu, survei yang melibatkan 7.217 perusahaan dan instansi penyelenggara magang juga mencatat respons positif, di mana 84,13 persen menyatakan puas atau sangat puas terhadap kontribusi yang diberikan oleh para peserta magang. "Ini adalah hasil yang menurut kami cukup positif sebagai umpan balik kita untuk pelaksanaan magang di angkatan II," pungkas Yassierli, menunjukkan optimisme pemerintah terhadap keberlanjutan dan dampak positif program ini bagi peningkatan kualitas SDM dan stabilitas ekonomi nasional.

