Ads - After Header

Gawat! Konflik Global Hantui Wisata, InJourney Punya Jurus!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Ekonomi – Holding BUMN Aviasi dan Pariwisata, InJourney, mengakui adanya ancaman signifikan terhadap sektor pariwisata nasional akibat eskalasi geopolitik yang memanas antara AS dan Iran. Meskipun demikian, perusahaan tetap menunjukkan optimisme tinggi, khususnya dalam menyambut momentum libur Lebaran 2026 yang diharapkan dapat menjadi pendorong pertumbuhan pariwisata Indonesia.

Direktur Komersial InJourney, Veronica Sisilia, dalam sebuah konferensi pers mengenai kesiapan InJourney Hospitality menyambut Lebaran 2026 di Gedung Sarinah pada Senin (9/3/2026), menjelaskan bahwa ketegangan geopolitik di Timur Tengah secara langsung akan memengaruhi industri pariwisata dan penerbangan global. Dampak yang diwaspadai meliputi potensi pembatalan penerbangan internasional serta lonjakan harga minyak dunia yang diperkirakan bisa mencapai sekitar 100 dolar per barel. "Volatilitas pada harga energi, nilai tukar, dan berbagai faktor lainnya yang kita saksikan hingga hari ini sudah pasti memberikan dampak kepada kita semua," ujar Veronica.

Gawat! Konflik Global Hantui Wisata, InJourney Punya Jurus!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Meski demikian, Veronica menegaskan bahwa sektor pariwisata di Tanah Air memiliki ketahanan yang kuat. Kekuatan ini bersumber dari besarnya pasar domestik yang terus menunjukkan permintaan tinggi. Hal ini menjadi bantalan penting di tengah ketidakpastian global, menjaga optimisme InJourney terhadap prospek pariwisata nasional.

Menyambut periode puncak libur Lebaran 2026, InJourney telah menyiapkan serangkaian program unggulan yang berfokus pada nilai-nilai kultural. Veronica berharap, dengan memberikan pelayanan terbaik selama masa libur Lebaran, InJourney dapat menjaga tren positif yang telah dibangun di sektor pariwisata Indonesia. "Kami ingin semua masyarakat dapat menikmati Lebaran ini dengan semangat untuk pulang kampung, berlibur, bercengkerama dengan keluarga, bepergian dengan pesawat, dan aktivitas lainnya. Ini yang kami tekankan dalam situasi saat ini," tambahnya.

Data menunjukkan bahwa pada tahun 2025, jumlah perjalanan wisatawan domestik mencapai sekitar 101 juta, mencatatkan pertumbuhan yang impresif sebesar 14,4 persen. Sementara itu, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia tercatat sebanyak 1,14 juta. Angka-angka ini menjadi fondasi kuat bagi InJourney untuk tetap menjaga performa sektor pariwisata di tengah berbagai tantangan global.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer