Ads - After Header

Gawat! Tangsel Rogoh Kocek Rp90 Juta/Hari Buang Sampah

Ahmad Dewatara

Gawat! Tangsel Rogoh Kocek Rp90 Juta/Hari Buang Sampah

Chapnews – Nasional – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terpaksa merogoh kocek dalam-dalam, mencapai Rp90 juta setiap hari, untuk membuang sampah ke wilayah Cileungsi, Kabupaten Bogor. Kebijakan ini diambil sebagai solusi darurat menyusul krisis pengelolaan sampah yang melanda kota tersebut, terutama selama masa tanggap darurat.

Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, mengonfirmasi angka fantastis ini usai rapat koordinasi di Puspemkot pada Jumat (9/1). Ia menjelaskan bahwa biaya pengelolaan sampah atau tipping fee yang harus dibayarkan Dinas Lingkungan Hidup Tangsel kepada PT Aspex Kumbong, di Jalan Raya Narogong KM 26, adalah Rp450 ribu per ton.

Gawat! Tangsel Rogoh Kocek Rp90 Juta/Hari Buang Sampah
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Dengan kuota pembuangan harian mencapai 200 ton, total pengeluaran Pemkot Tangsel untuk masalah sampah ini mencapai Rp90 juta setiap harinya. Pilar menambahkan, langkah darurat ini telah diketahui dan mendapat dukungan dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

"Ini adalah solusi jangka pendek untuk mencegah penumpukan sampah di ruang-ruang publik," jelas Pilar. Krisis sampah di Tangsel mencuat setelah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, Serpong, ditutup sejak 8 Desember lalu. Akibat penutupan tersebut, gunungan dan ceceran sampah banyak terlihat di berbagai sudut ruas jalan umum hingga pemukiman warga, menimbulkan sorotan publik.

Pilar juga memaparkan tantangan besar dalam merealisasikan solusi jangka panjang. Rencana pembangunan fasilitas mesin pencacah sampah di TPA Cipeucang, misalnya, membutuhkan lahan seluas 5.000 meter persegi dan proses diskusi yang intensif dengan masyarakat sekitar.

"Belanja lahan itu tidak serta merta sekarang beli besok bisa langsung buang," ujarnya, menyoroti kompleksitas dalam pengadaan lahan. Selain itu, proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Cipeucang memerlukan lahan yang lebih luas lagi, yakni 5 hektare, yang juga membutuhkan waktu dan proses panjang.

Oleh karena itu, pembuangan sampah ke Cileungsi menjadi opsi sementara yang harus diambil Pemkot Tangsel. "Namun, ada batasnya. Kami terus mencari kerja sama yang paling efektif, efisien, dan menguntungkan," pungkas Pilar, menegaskan bahwa Pemkot Tangsel terus berupaya menemukan solusi permanen dan berkelanjutan untuk masalah sampah perkotaan yang krusial ini.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer