Chapnews – Nasional – Ribuan guru yang tergabung dalam Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di depan Gedung DPR/MPR RI pada Rabu ini. Menanggapi unjuk rasa tersebut, pihak kepolisian mengerahkan 1.060 personel gabungan untuk mengamankan lokasi dan memastikan jalannya aspirasi berlangsung tertib dan damai.
Kombes Reynold E.P. Hutagalung, Kapolres Metro Jakarta Pusat, menegaskan bahwa kehadiran ribuan personel gabungan ini adalah wujud komitmen kepolisian dalam melayani masyarakat sekaligus menjamin hak konstitusional warga negara untuk menyampaikan aspirasi secara damai. "Kami hadir untuk melayani saudara-saudara kita yang menyampaikan pendapat," ujar Reynold dalam keterangan resminya. Ia menambahkan, "Personel di lapangan tidak membawa senjata api dan diperintahkan untuk selalu mengedepankan sikap humanis, persuasif, dan profesional."

Dalam kesempatan yang sama, Reynold juga menyampaikan serangkaian imbauan penting kepada para peserta aksi. Ia meminta agar para orator dan massa tetap menjaga ketertiban, menghindari provokasi, tidak menutup akses jalan umum, serta menjauhi tindakan anarkis seperti pembakaran ban bekas atau perusakan fasilitas publik. "Massa aksi juga diimbau untuk tidak melawan petugas dan bersama-sama menjaga ketertiban demi kelancaran acara," imbuhnya.
Tak hanya kepada demonstran, imbauan juga ditujukan kepada masyarakat umum di sekitar Gedung DPR/MPR RI agar tidak mudah terpancing provokasi. Bagi pengguna jalan, Reynold menyarankan untuk mencari jalur alternatif guna menghindari potensi kepadatan lalu lintas yang mungkin terjadi selama aksi berlangsung. "Pengaturan lalu lintas bersifat situasional dan akan disesuaikan dengan eskalasi jumlah massa di lapangan," jelasnya. Ia berharap, "Kami mohon kerja sama semua pihak agar kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif."



