Ads - After Header

Geger! Abah Setu Diduga Hina Nabi, Warga Bekasi Mengamuk!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Geger di Cikarang Barat, Bekasi, setelah Majelis Dzikir Nurul Hikam yang dipimpin Asep Setiawan, atau yang dikenal sebagai Abah Setu, menjadi sasaran kemarahan warga pada Senin (7/9) malam. Massa berbondong-bondong mendatangi lokasi tersebut menyusul beredarnya sebuah video yang diduga kuat berisi penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW.

Rekaman video yang dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial, termasuk akun Instagram @bekasi.kita, memperlihatkan kerumunan warga yang memadati area depan majelis. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, membenarkan kejadian tersebut. "Kedatangan warga ini adalah untuk meminta klarifikasi terkait video yang mereka anggap memuat penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW," jelas Kombes Budi dalam keterangan resminya kepada chapnews.id.

Geger! Abah Setu Diduga Hina Nabi, Warga Bekasi Mengamuk!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Menyikapi situasi yang berpotensi memanas, personel gabungan dari Polres Metro Bekasi dan Polsek Cikarang Barat segera diterjunkan ke lokasi. Petugas dengan sigap mengimbau massa untuk tetap tenang, tidak mengambil tindakan main hakim sendiri, serta menyalurkan dugaan tindak pidana melalui jalur hukum yang berlaku. Berkat upaya persuasif aparat, kerumunan warga akhirnya membubarkan diri pada Selasa dini hari, dengan situasi dilaporkan aman dan kondusif.

Sebagai langkah tindak lanjut, pada hari berikutnya, Selasa (8/9), pihak kepolisian telah memanggil dan meminta keterangan dari Abah Setu. Di hadapan penyidik, pimpinan Majelis Dzikir Nurul Hikam itu memberikan pembelaan. Ia menyatakan bahwa video yang beredar luas tersebut merupakan hasil editan atau potongan rekaman yang sebagian besar diduga telah diubah menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Abah Setu juga menyatakan kesediaannya untuk berdialog dan memberikan klarifikasi lebih lanjut dalam sebuah mediasi yang dijadwalkan akan dilaksanakan di Polres Metro Bekasi pada Kamis (10/9) mendatang. Menanggapi keresahan publik, Kombes Budi Hermanto kembali menegaskan pentingnya menjaga ketenangan. "Kami memahami betul keresahan yang dirasakan masyarakat. Oleh karena itu, kami mengimbau semua pihak untuk tetap menjaga ketenangan, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, serta menghindari segala bentuk tindakan yang berpotensi memicu konflik sosial," pungkasnya.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer