Chapnews – Nasional – Kabar duka kembali menyelimuti Bumi Cenderawasih. Sebuah rombongan kendaraan milik PT Freeport Indonesia menjadi sasaran serangan brutal Organisasi Papua Merdeka (OPM) di wilayah KM 50, Timika, Papua Tengah, pada Rabu (13/3) lalu. Insiden tragis ini mengakibatkan satu prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) gugur dalam tugas.
Kapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Tri Purwanto, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa kontak tembak terjadi saat personel Koramil 1710-04/Tembagapura, Kodim 1710/Mimika, tengah melaksanakan tugas pengamanan di area tersebut. "Benar telah terjadi insiden kontak tembak di KM 50 area PT. FI," ujar Letkol Tri dalam keterangan tertulisnya kepada chapnews.id.

Akibat serangan biadab OPM ini, Serka AC dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Selain itu, dua korban lainnya juga mengalami luka-luka. Sertu H mengalami pendarahan pada hidung, sementara seorang karyawan PT Freeport berinisial HR menderita luka tembak dan kini sedang menjalani perawatan intensif. "Saat ini seluruh korban sudah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis secara optimal," tambah Tri.
Menyikapi insiden ini, aparat keamanan segera bergerak cepat. Letkol Tri Purwanto menegaskan bahwa TNI tidak akan tinggal diam dan akan memburu para pelaku penembakan untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka di mata hukum. "Kami terus berkoordinasi dengan aparat dan pihak terkait untuk menjamin stabilitas keamanan di wilayah tersebut," katanya.
Lebih lanjut, TNI berkomitmen untuk meningkatkan kewaspadaan di berbagai titik rawan, khususnya di kawasan objek vital nasional seperti area operasional PT Freeport Indonesia. Langkah ini diambil guna mencegah terulangnya insiden serupa dan memastikan keamanan bagi masyarakat serta operasional perusahaan yang vital bagi perekonomian nasional.


