Chapnews – Nasional – Jakarta – Gelombang pengunduran diri mengguncang Partai Buruh setelah Sekretaris Jenderal partai, Ferri Nuzarli, secara mengejutkan menyatakan mundur dari jabatannya. Tidak hanya itu, ia juga mengklaim bahwa sekitar 1,3 juta anggota dan pengurus Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) turut serta dalam langkah drastis ini. Keputusan kolektif ini, yang mulai berlaku Jumat (26/6), dilatarbelakangi oleh perbedaan pandangan dan arah perjuangan yang semakin mendasar.
Menanggapi kabar tersebut, Presiden Partai Buruh Said Iqbal memilih untuk tidak berkomentar banyak. "Terhadap klaim sahabat saya tersebut, saya tidak ada komentar, apalagi terkait anggota 1,3 juta tersebut," ujar Said kepada chapnews.id pada Sabtu (27/6) malam.

Ferri Nuzarli menjelaskan bahwa langkah berat ini diambil setelah ORI, yang merupakan sayap politik Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) pimpinan Andi Gani Nena Wea, menilai adanya perbedaan sikap dan arah perjuangan yang semakin dalam dengan Partai Buruh. ORI sendiri bukan entitas sembarangan; mereka adalah salah satu dari 11 organisasi inisiator pendirian Partai Buruh pada Kongres I Oktober 2021.
"Keputusan ini bukan hal yang mudah. Namun setelah berbagai pertimbangan dan evaluasi, kami melihat sudah ada perbedaan pandangan, sikap, serta arah perjuangan yang semakin mendasar," kata Ferri dalam konferensi pers pada Jumat (26/6). Ia menegaskan bahwa seluruh anggota ORI yang berjumlah sekitar 1,3 juta orang memutuskan keluar secara kolektif dan penuh tanggung jawab.
Lebih lanjut, Ferri juga menginstruksikan seluruh kader ORI dan KSPSI Andi Gani yang masih menduduki jabatan struktural di Partai Buruh, mulai dari tingkat pusat hingga kecamatan, untuk segera menyerahkan surat pengunduran diri secara administratif. Pengurus yang mengikuti langkah ini tersebar di berbagai provinsi vital, di antaranya Sumatera Utara, Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Sumatera Barat, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, hingga Papua.
Di sisi lain, Said Iqbal menegaskan bahwa pengunduran diri kader merupakan hal yang lumrah dalam dinamika partai dan tidak akan memengaruhi soliditas Partai Buruh. Ia memastikan bahwa partainya tetap akan melanjutkan agenda penting, termasuk pelantikan pengurus pleno tingkat pusat serta pengurus di 38 provinsi dan 493 kabupaten/kota yang dijadwalkan pada Senin (29/6). Kursi sekretaris jenderal yang kosong pun, menurut Said, akan segera diisi oleh kader internal partai.
Ferri mengklaim bahwa ORI bersama KSPSI Andi Gani merupakan organisasi inisiator terbesar di Partai Buruh, sehingga pengunduran diri ini akan berdampak signifikan. "Kalau ditanya berapa persen pengaruhnya, ya otomatis separuhnya," pungkas Ferri, mengindikasikan potensi guncangan besar bagi partai. Ia menambahkan bahwa persoalan internal sebenarnya sudah lama diupayakan diselesaikan secara kekeluargaan, namun terus bertambah hingga akhirnya keputusan berat ini diambil sebagai jalan terakhir.


