Chapnews – Ekonomi – JAKARTA – Indonesia kini berada di ambang peluang emas untuk mendominasi rantai pasok baterai global. Dengan kepemilikan cadangan nikel yang fantastis, mencapai lebih dari 40 persen dari total cadangan dunia, posisi strategis Tanah Air dalam industri kendaraan listrik masa depan semakin tak terbantahkan.
Potensi kolosal ini bukan sekadar angka, melainkan fondasi kokoh bagi Indonesia untuk memantapkan diri sebagai pemain kunci dalam ekosistem baterai dan kendaraan listrik dunia. Namun, para ahli mengingatkan bahwa untuk benar-benar mewujudkan ambisi ini, diperlukan upaya masif dalam penguatan hilirisasi mineral serta peningkatan kapasitas manufaktur agar produk dalam negeri mampu bersaing di kancah internasional.

Menyikapi hal ini, Subkoordinator Perencanaan Produksi Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Juanda Volo Sinaga, menegaskan komitmen pemerintah. "Melalui berbagai kebijakan dan insentif, pemerintah mendorong upaya pembangunan ekosistem baterai dan kendaraan listrik nasional untuk memanfaatkan posisi keunggulan yang dimiliki oleh Indonesia di tingkat global," ujar Juanda di Jakarta, Kamis (23/7/2026), seperti dilansir dari chapnews.id.
Ia menambahkan, inisiatif ini bertujuan ganda: pertama, memaksimalkan keunggulan kompetitif Indonesia dalam rantai pasok global; kedua, secara signifikan meningkatkan nilai tambah dari sumber daya mineral yang melimpah di Tanah Air.
Di sisi lain, Ketua Umum Purnomo Yusgiantoro Center (PYC), Filda C. Yusgiantoro, turut menyoroti posisi strategis Indonesia dalam peta rantai pasok baterai dunia. Kendati demikian, Filda menggarisbawahi bahwa potensi besar ini belum sepenuhnya termanfaatkan untuk mendorong pengembangan industri baterai berbasis nikel secara optimal.
Dengan cadangan nikel yang melimpah, Indonesia memang memegang kartu truf untuk menjadi pemain dominan. Namun, perjalanan menuju puncak kepemimpinan rantai pasok baterai global masih memerlukan strategi matang, investasi berkelanjutan, dan sinergi kuat antara pemerintah, industri, dan akademisi.

