Chapnews.id – Raksasa teknologi Indonesia, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), terus menunjukkan komitmen kuatnya dalam menjaga nilai investasi para pemegang saham. Melalui langkah strategis yang agresif, perusahaan telah merealisasikan aksi pembelian kembali saham atau buyback dalam jumlah yang sangat signifikan guna memperkuat struktur permodalan dan memberikan sentimen positif di pasar modal.
Hingga periode 29 Oktober 2026, GoTo tercatat telah berhasil melakukan pembelian kembali sebanyak 36 miliar lembar saham dengan total nilai mencapai Rp985 miliar. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap dinamika pasar yang fluktuatif serta kondisi harga saham perusahaan yang dinilai perlu mendapatkan dukungan melalui aksi korporasi yang nyata.

Direktur Utama GoTo, Hans Patuwo, menegaskan bahwa keputusan ini merupakan bagian dari strategi besar perusahaan untuk memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham. Selain melakukan buyback, perusahaan juga berencana melakukan pembatalan terhadap 32 miliar saham treasuri yang dimiliki perusahaan.
"Langkah ini bertujuan untuk mengurangi jumlah saham yang beredar di pasar. Dengan berkurangnya jumlah saham tersebut, maka persentase kepemilikan para pemegang saham yang ada saat ini akan meningkat secara otomatis," ujar Hans Patuwo dalam keterangan resminya.
Menariknya, GoTo tidak berhenti sampai di situ. Perusahaan telah menyiapkan alokasi dana cadangan yang sangat besar, yakni sebesar Rp2,5 triliun, untuk melanjutkan aksi buyback tersebut. Rencana penggunaan dana jumbo ini diproyeksikan akan terus berjalan hingga Juni 2027 mendatang. Hal ini menunjukkan optimisme manajemen terhadap stabilitas jangka panjang perusahaan.
Aksi korporasi ini semakin momentumnya setelah adanya perubahan regulasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang menghapus batas harga minimum saham sebesar Rp50 pada akhir September 2026 lalu. Sejak kebijakan tersebut diterapkan, GoTo telah bergerak cepat dengan membeli kembali saham yang setara dengan hampir 3 persen dari total seluruh saham perseroan.
Selain fokus pada buyback, rencana pembatalan 32 miliar saham treasuri—atau setara dengan sekitar 2,7 persen dari total saham—telah mendapatkan lampu hijau dari para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 14 Oktober 2026.
Proses pembatalan saham treasuri ini diperkirakan akan rampung dalam waktu dua hingga tiga bulan ke depan, setelah seluruh prosedur regulasi yang ditetapkan oleh otoritas terkait selesai dipenuhi. Dengan strategi optimalisasi alokasi modal ini, GoTo berharap dapat menciptakan ekosistem investasi yang lebih sehat dan menarik bagi para investor di masa depan.


