Chapnews – Ekonomi – JAKARTA – PT Brantas Abipraya (Persero) secara signifikan mengukuhkan implementasi Governance, Risk Management, and Compliance (GRC), mengubahnya dari sekadar alat kepatuhan menjadi pilar strategis yang vital. Langkah ini diambil sebagai upaya menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan, di mana GRC kini berfungsi sebagai landasan utama dalam setiap pengambilan keputusan krusial dan pengelolaan risiko perusahaan.
Dian Sovana, Sekretaris Perusahaan PT Brantas Abipraya (Persero), menjelaskan bahwa GRC harus terintegrasi penuh dalam setiap lini proses bisnis. Menurutnya, penyatuan tata kelola yang baik, manajemen risiko yang terukur, dan kepatuhan yang konsisten sangat esensial. Hal ini memastikan setiap keputusan bisnis tidak hanya diambil secara hati-hati, tetapi juga adaptif terhadap dinamika pasar serta mampu menangkap peluang yang muncul.

"GRC wajib hadir dalam proses bisnis kami sejak tahap awal. Dengan fondasi tata kelola yang kokoh, pengelolaan risiko yang terencana, dan kepatuhan yang tak tergoyahkan, kami bertekad memastikan bahwa setiap keputusan bisnis tidak hanya memenuhi kebutuhan jangka pendek, melainkan juga menciptakan nilai tambah dan menjamin kelangsungan perusahaan di masa depan," tegas Dian, pada Minggu (13/9/2026).
Dian menambahkan, efektivitas penerapan GRC tidak cukup hanya melalui fungsi pengawasan atau pelaporan semata. Ia menekankan pentingnya integrasi GRC ke dalam inti operasional bisnis agar dapat memberikan perspektif mendalam dalam menentukan arah dan kualitas keputusan perusahaan. "Empat penghargaan yang kami terima menjadi bukti apresiasi atas komitmen Brantas Abipraya dalam menerapkan GRC. Ini sekaligus menjadi pengingat untuk terus melakukan penguatan. Bagi kami, GRC bukan lagi sekadar memenuhi standar kepatuhan, melainkan telah menjadi fondasi utama dalam merumuskan keputusan yang terukur, mengelola potensi risiko, dan menjaga keberlanjutan bisnis," pungkasnya.


