Chapnews – Nasional – Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, dengan bangga mengumumkan bahwa ibu kota kini telah menjelma menjadi kota teraman kedua di seluruh Asia Tenggara. Pernyataan membanggakan ini disampaikan Rano di hadapan ribuan warga yang memadati acara Halalbihalal Jakarta Festive Wonder di Taman Fatahillah, Kota Tua, Jakarta Barat, pada Sabtu (11/4) malam. Acara tersebut, yang juga dihadiri Gubernur Jakarta Pramono Anung, berlangsung meriah meski diiringi rintik hujan, menunjukkan antusiasme tinggi dari masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Rano Karno, yang akrab disapa Bang Doel, menegaskan bahwa predikat kota aman ini bukanlah kebetulan semata. Ia menyoroti fondasi kuat toleransi dan semangat kebersamaan yang telah lama tertanam di masyarakat Jakarta sebagai kunci utama pencapaian ini. Menurutnya, acara halalbihalal itu sendiri merupakan cerminan inklusivitas kota yang merangkul setiap elemen masyarakat tanpa terkecuali. "Halalbihalal Jakarta malam ini adalah milik kita semua; milik warga Jakarta, seluruh suku, etnis, agama, dan semua keyakinan," tegas Rano, menggarisbawahi semangat persatuan.

Pengakuan internasional atas keamanan Jakarta, lanjut Rano, adalah buah dari kedewasaan warganya dalam memelihara harmoni dan kesadaran kolektif bahwa stabilitas kota adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya aparat keamanan. "Kepercayaan dunia muncul dari keharmonisan ini. Jakarta kini diakui sebagai kota teraman kedua di Asia Tenggara. Ini adalah hasil dari kesadaran kita bahwa keamanan bukan sekadar tugas aparat," ujarnya, disambut tepuk tangan meriah dari hadirin yang memadati lokasi.
Sebagai bukti nyata kematangan sosial tersebut, Rano mencontohkan suksesnya penyelenggaraan berbagai perayaan lintas budaya dan agama di Jakarta sepanjang tahun. Mulai dari kemeriahan Christmas Carol, perayaan Imlek, Festival Ogoh-ogoh, hingga gelaran kolosal Jakarta Bedug. Seluruh rangkaian acara ini, menurutnya, menegaskan posisi Jakarta sebagai kota global yang tetap kokoh memegang identitas budayanya. "Jakarta adalah kota yang tidak pernah meninggalkan akarnya sebagai kota global yang berbudaya," tambah Rano.
Tidak hanya menyoroti aspek keamanan dan sosial, Rano Karno juga memaparkan keberhasilan Jakarta dari sektor ekonomi. Melalui program Jakarta Festive Wonder, serangkaian kegiatan pariwisata dan budaya yang telah berlangsung sejak akhir tahun lalu, telah memberikan kontribusi finansial yang luar biasa. "Melalui Jakarta Festive Wonder, perputaran uang yang dihasilkan dari masa Natal hingga malam ini mencapai hampir Rp67,5 triliun," ungkap Rano. Angka fantastis ini, menurutnya, merupakan indikator kuat kesehatan ekonomi Jakarta yang terus menarik minat masyarakat luas dan investor.
Mengakhiri sambutannya, Rano Karno menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk terus berkomitmen menjadikan Jakarta sebagai rumah bersama yang nyaman dan harmonis. Ia berpesan agar semangat kebersamaan malam itu tidak hanya menjadi kenangan sesaat, melainkan tekad kuat untuk menjaga keberlanjutan dan kemajuan kota. "Jakarta bukan sekadar tempat tinggal, melainkan titipan besar yang harus kita rawat dengan penuh kasih dan hormat. Di kota ini, hidup jutaan harapan," tutup Rano, penuh makna.

