Chapnews – Ekonomi – JAKARTA – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) dengan tegas membantah informasi yang beredar luas di masyarakat mengenai penggeledahan rumah para pejabat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) oleh Kejaksaan Agung (Kejagung). Informasi tersebut dipastikan palsu alias hoaks dan bertujuan menyesatkan publik.
Narasi yang viral, terutama melalui video yang memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI), mengklaim adanya "pembongkaran permainan gelap" di tubuh DJP. Video tersebut bahkan menampilkan gambar Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, lengkap dengan klaim bombastis penemuan tumpukan uang tunai senilai Rp920 miliar dari hasil penggeledahan. Tak hanya itu, narasi fiktif ini juga secara keliru menyeret nama "bos Djarum" dalam skenario palsu tersebut.

"Masyarakat diharapkan waspada terhadap penyebaran berita bohong yang mengatasnamakan Menteri Purbaya," demikian pernyataan resmi PPID Kementerian Keuangan, Minggu (15/2/2026), menegaskan bahwa klaim penggeledahan rumah pejabat Ditjen Pajak oleh Kejagung adalah [HOAKS].
Penyebaran hoaks semacam ini bukan tanpa alasan. Isu integritas dan transparansi di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak memang tengah menjadi sorotan publik. Pasca berbagai kasus gaya hidup mewah pejabat yang terungkap, masyarakat semakin gencar menuntut transparansi dalam pelaporan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Di sisi lain, pemerintah yang sedang gencar meningkatkan kepatuhan pajak, seringkali memicu opini publik mengenai potensi praktik "kongkalingkong" di lapangan. Kondisi ini menjadi lahan subur bagi penyebar hoaks untuk menciptakan narasi yang sensasional dan mudah dipercaya, sehingga masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi informasi sebelum mempercayainya.



