Chapnews – Nasional – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) bersenjata api kembali mengguncang ketenangan warga Perumahan Pondok Bahar, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, Banten. Dua pelaku nekat melepaskan tembakan ke udara saat aksinya dipergoki pemilik kendaraan pada Rabu (25/2) petang, di tengah suasana ramai warga yang tengah mencari hidangan berbuka puasa.
Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV) yang beredar, insiden bermula ketika dua pria terlihat mencurigakan mendorong sepeda motor milik korban. Aksi mereka tak luput dari perhatian pemilik motor yang sontak meneriakkan "maling!" Pelaku pertama segera meninggalkan motor yang sempat didorongnya, sementara korban berupaya mengejar dan sempat melayangkan tendangan ke salah satu pelaku.

Dalam momen pengejaran yang menegangkan, pelaku kedua tiba-tiba menodongkan senjata api dan melepaskan dua kali tembakan peringatan ke udara. Merasa terancam, korban memutuskan untuk menghentikan pengejaran dan fokus menyelamatkan sepeda motornya yang nyaris raib.
Eko, pemilik sepeda motor sekaligus korban dalam insiden ini, menuturkan bahwa peristiwa itu terjadi saat ia hendak keluar rumah mencari takjil. "Awalnya saya mau ke depan gudang, kebetulan jam orang cari takjil. Saya lihat motor saya seperti didorong. Saya spontan teriak maling," ujar Eko kepada chapnews.id.
Ia menambahkan, tembakan dilepaskan pelaku saat dirinya masih berupaya mengejar. "Belum sampai 50 meter, yang bawa motor nembak ke atas. Saya kejar lagi sekitar 20 meter, dia nembak lagi karena saya masih ngejar," imbuhnya, menggambarkan detik-detik mencekam tersebut.
Insiden ini bukan kali pertama terjadi di kawasan tersebut. Eko mengungkapkan, kejadian serupa dengan modus pelepasan tembakan saat dikejar warga juga pernah terjadi sekitar dua bulan lalu di lokasi yang sama. Yang membuat warga semakin waspada adalah penampilan para pelaku yang rapi, sehingga sulit untuk dicurigai sebagai penjahat. "Orangnya rapi, jadi kita tidak bisa menduga dia maling atau bukan, seperti orang main ke rumah teman," kata Eko.
Kondisi ini memicu keresahan mendalam di kalangan warga Perumahan Pondok Bahar, terutama di bulan suci Ramadan yang seharusnya diwarnai kedamaian. Masyarakat mendesak aparat kepolisian untuk segera meningkatkan intensitas patroli rutin di kawasan permukiman guna mencegah terulangnya aksi kriminalitas bersenjata serupa dan mengembalikan rasa aman bagi penduduk setempat.



