Chapnews – Ekonomi – Pasca pengumuman reshuffle kabinet, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merah membara pada perdagangan Senin (8/9/2025). Penurunan tajam mencapai 100,50 poin atau 1,28 persen, membuat IHSG parkir di angka 7.766,85. Peristiwa ini memicu spekulasi di kalangan investor.
Data perdagangan menunjukkan 252 saham menguat, berbanding 463 saham melemah, dan 241 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp20,1 triliun dari 35,4 miliar saham yang diperdagangkan. Indeks LQ45 ikut terjungkal 2,03 persen ke 783,59, sementara JII melemah 0,81 persen ke 521,76. IDX30 dan MNC36 juga mengalami penurunan signifikan, masing-masing 2,01 persen dan 2 persen.

Sektoral pun tak luput dari gejolak. Sektor energi turun 0,96 persen, konsumer siklikal ambles 2,48 persen, dan keuangan merosot 2,30 persen. Infrastruktur dan properti juga ikut tertekan, masing-masing turun 2,07 persen dan 1,49 persen. Hanya sektor bahan baku dan industri yang menunjukkan sedikit peningkatan, 0,77 persen dan 0,15 persen. Sektor teknologi dan kesehatan juga mengalami pelemahan.
Di tengah penurunan tersebut, beberapa saham justru mencuri perhatian dengan kenaikan signifikan. Saham PT Lion Metal Works Tbk (LION), PT Tunas Alfin Tbk (TALF), dan PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) kompak naik 25 persen. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan: apakah reshuffle kabinet menjadi pemicu utama penurunan IHSG, atau ada faktor lain yang berperan? Analisis lebih lanjut diperlukan untuk mengungkap penyebab pasti dari gejolak pasar saham ini.


