Chapnews – Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Kamis (2/4/2026) dengan kinerja kurang memuaskan, dibuka melemah signifikan 0,44% atau setara 31,33 poin, bertengger di level 7.153,11. Tren negatif ini juga menyeret indeks saham unggulan LQ45 yang terkoreksi 0,18% atau 1,32 poin, mendarat di posisi 725,47.
Sejak bel pembukaan, pergerakan indeks didominasi zona merah, mencerminkan tekanan jual yang persisten dari pelaku pasar. IHSG sempat menyentuh titik tertinggi 7.161,80 sebelum kembali terperosok ke level terendah 7.131,82, menunjukkan volatilitas yang cukup terasa di awal sesi.

Aktivitas perdagangan mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp1,229 triliun, melibatkan 2,129 miliar saham yang berpindah tangan dalam 147,4 ribu kali frekuensi transaksi. Dominasi sentimen negatif terlihat jelas dari pergerakan saham, di mana 295 saham mengalami penurunan harga, jauh melampaui 227 saham yang berhasil menguat, sementara 436 saham lainnya terpantau stagnan.
Penurunan IHSG turut tercermin dari kinerja sektoral yang didominasi warna merah. Sektor perindustrian menjadi yang paling terpukul dengan koreksi tajam 1,7%. Disusul kemudian oleh sektor barang baku yang anjlok 1,53%, teknologi 1,38%, dan infrastruktur 1,36%. Di tengah badai koreksi, hanya sektor kesehatan yang mampu menunjukkan perlawanan dengan kenaikan tipis 0,17%, sedangkan sektor keuangan terpantau relatif datar.
Tekanan jual di pasar juga diperparah oleh aksi investor asing. Berdasarkan data penutupan hari sebelumnya, Rabu (1/4/2026), investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp5,83 triliun, lebih besar dibandingkan pembelian mereka sebesar Rp5,66 triliun. Kontras dengan asing, investor domestik justru menunjukkan optimisme dengan membukukan aksi beli bersih (net buy), di mana nilai pembelian mencapai Rp10,7 triliun, sedikit melampaui nilai penjualan Rp10,6 triliun. Untuk informasi lebih lanjut mengenai tren pasar dan analisis ekonomi terkini, kunjungi chapnews.id.


