Chapnews – Ekonomi – Pernyataan mengejutkan datang dari Dana Moneter Internasional (IMF) yang memprediksi tingkat pengangguran Indonesia mencapai 5% pada tahun ini. Klaim ini langsung dibantah oleh pihak Istana dan Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli. Pernyataan yang saling bertolak belakang ini memicu perdebatan sengit terkait angka pengangguran sebenarnya di Indonesia.
Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), Menaker Yassierli menegaskan bahwa angka pengangguran pada Februari 2025 tercatat 4,76%, bahkan mengalami penurunan 0,06% poin dibandingkan Februari 2024. "Proyeksi boleh saja, tapi data Sakernas menunjukkan penurunan," tegas Yassierli.

Namun, pihak Istana juga memberikan konfirmasi yang senada. Juru bicara Istana, Hasan, menyatakan bahwa data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tren penurunan angka pengangguran terbuka dari 4,82% menjadi 4,76% hingga awal Juni. Ia menambahkan bahwa angka pekerja penuh waktu justru meningkat dari 65,6% menjadi 66,2%. "Artinya, angka pengangguran yang benar-benar menganggur turun," jelas Hasan.
Meskipun demikian, Hasan mengakui proyeksi IMF tetap bernilai sebagai masukan penting bagi pemerintah untuk mengantisipasi dan menjaga perekonomian nasional. "Ini masukan yang perlu diperhatikan," tambahnya.
Proyeksi IMF yang dimuat dalam World Economic Outlook edisi April 2025, menunjukkan peningkatan tingkat pengangguran Indonesia dari 4,9% di 2024 menjadi 5% tahun ini, dan diprediksi mencapai 5,1% pada 2026. Jika prediksi ini terbukti benar, Indonesia akan menempati peringkat kedua negara berkembang di Asia dengan tingkat pengangguran tertinggi, setelah China (5,1%). Sebagai perbandingan, Filipina diprediksi mengalami peningkatan pengangguran menjadi 4,5% pada dua tahun mendatang, sementara Vietnam dan Thailand justru menunjukkan angka yang rendah, masing-masing sekitar 2% dan 1%. Malaysia sendiri mencatat angka pengangguran sebesar 3,2%. Perbedaan data ini menimbulkan pertanyaan besar: siapakah yang sebenarnya memegang data akurat mengenai angka pengangguran di Indonesia?


