Chapnews.id – Dunia riset dan teknologi di Indonesia kini tengah memasuki babak baru yang lebih menjanjikan. Tidak lagi sekadar menjadi tumpukan dokumen di perpustakaan atau sekadar pemenuhan syarat akademis, hasil-hasil temuan para peneliti tanah air kini diarahkan untuk menjadi mesin penggerak ekonomi yang nyata. Fokus utama ini menjadi ruh dalam penyelenggaraan Indonesia Inventors Day (IID) 2026 yang digelar di Jakarta.
Ajang bergengsi ini membawa misi besar untuk menjembatani jurang antara laboratorium penelitian dengan kebutuhan pasar global. Melalui IID 2026, para penemu atau inovator didorong untuk tidak berhenti pada tahap penemuan saja, melainkan harus mampu melangkah ke tahap implementasi dan komersialisasi. Tujuannya jelas: mengubah ide kreatif menjadi produk bernilai jual tinggi yang mampu memberikan kontribusi signifikan bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Presiden INNOPA, Erricha Insan Pratisi, menekankan bahwa inti dari setiap kemajuan teknologi adalah peran manusia di baliknya. Menurutnya, sebuah inovasi tidak akan pernah menjadi solusi jika hanya berhenti sebagai gagasan abstrak. Dibutuhkan sentuhan manusia untuk mengolah ide tersebut melalui proses pengembangan yang berkelanjutan.
"Setiap inovasi bermula dari sebuah ide sederhana. Namun, ide tersebut hanya bisa tumbuh dan berkembang melalui tangan manusia yang menciptakan, mengembangkan, hingga berkolaborasi untuk membawanya menjadi solusi nyata bagi masyarakat," ungkap Erricha dalam keterangannya, Senin (5/10/2026). Ia juga menambahkan bahwa IID dirancang sebagai wadah strategis di mana ide-ide brilian bertemu dengan para ahli dan investor untuk membangun kolaborasi yang produktif.
Senada dengan hal tersebut, Driszal Fryantoni selaku perwakilan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memberikan pandangan positif mengenai pentingnya forum seperti ini. Ia menilai bahwa pertemuan antara para inovator dengan berbagai pemangku kepentingan (stakeholders) adalah kunci utama. Tanpa adanya ekosistem yang mempertemukan peneliti dengan pelaku industri, hasil riset akan sulit terserap oleh masyarakat luas.
Melalui sinergi antara pemerintah, akademisi, dan sektor swasta, diharapkan tercipta sebuah rantai nilai yang kuat. Inovasi yang lahir dari tangan anak bangsa diharapkan tidak hanya mampu menjawab tantangan domestik, tetapi juga memiliki daya saing yang kuat untuk menembus pasar internasional. Dengan demikian, peluang investasi global bagi produk-produk hasil riset Indonesia akan terbuka lebar, yang pada akhirnya akan meningkatkan posisi tawar Indonesia di kancah ekonomi dunia.
Langkah ini menjadi sinyal positif bahwa Indonesia sedang serius dalam membangun ekonomi berbasis pengetahuan (knowledge-based economy), di mana inovasi menjadi komoditas utama dalam memenangkan persaingan global. Melansir laporan dari chapnews.id, transformasi dari riset menuju cuan ini diharapkan menjadi tren berkelanjutan bagi generasi peneliti masa depan.


