Chapnews – Ekonomi – Di era persaingan kerja yang kian ketat, Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tinggi dan tumpukan sertifikasi saja tidak lagi menjadi jaminan mutlak bagi seseorang untuk lolos seleksi kerja. Kini, kemampuan non-teknis atau soft skill seperti berpikir kritis, berkomunikasi efektif, beradaptasi cepat, hingga kemampuan menunjukkan kontribusi nyata justru menjadi faktor penentu yang semakin dicari perusahaan. Hal ini ditegaskan oleh Sendy Kamesvara, Senior General Manager Human Capital Telkom Indonesia, yang melihat adanya pergeseran tren dalam proses rekrutmen.
Sendy Kamesvara menjelaskan bahwa perusahaan-perusahaan modern tidak lagi menganggap IPK tinggi sebagai satu-satunya tolok ukur keberhasilan seorang kandidat. Kemampuan soft skill dan daya adaptasi justru menjadi kunci penting yang menentukan apakah pelamar dapat berintegrasi dan berkontribusi secara optimal dalam lingkungan kerja.

Pergeseran paradigma perekrutan ini terjadi seiring dengan laju perkembangan teknologi yang sangat pesat. Akibatnya, persaingan untuk menembus perusahaan besar, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN), semakin sengit mengingat jumlah pelamar yang jauh melampaui kuota yang tersedia.
Mengutip pernyataannya pada Sabtu (15/8/2026), Sendy Kamesvara mengungkapkan, "Dulu orang yang IPK-nya tinggi dari perguruan tinggi yang kita kenal itu langsung diterima. Tapi sekarang, orang yang IPK-nya tinggi kalau dia kemudian tidak bisa berpikir kritis dan tidak bisa beradaptasi dengan lingkungannya, tidak akan diterima."
Pernyataan Sendy ini menggarisbawahi bahwa di era saat ini, kemampuan karakter dan soft skill memiliki bobot yang setara, bahkan terkadang melebihi, keterampilan teknis semata. Perusahaan mencari individu yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga lincah dalam berpikir, adaptif terhadap perubahan, dan mampu bekerja sama dalam tim untuk mencapai tujuan bersama. Oleh karena itu, bagi para pencari kerja, fokus pada pengembangan empat soft skill utama—berpikir kritis, komunikasi, adaptasi, dan kontribusi nyata—akan menjadi investasi berharga yang membuka pintu peluang di berbagai sektor industri, seperti yang dilaporkan oleh chapnews.id.

