Chapnews.id – Dunia perbankan tanah air mendadak riuh setelah berhembus kabar mengenai rencana privatisasi atau penghapusan pencatatan saham (delisting) PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Isu yang menyeret nama salah satu bank swasta terbesar di Indonesia ini sempat memicu spekulasi di kalangan investor dan pelaku pasar modal.
Menanggapi kegaduhan tersebut, CIMB Group Holdings Berhad selaku induk perusahaan asal Malaysia segera angkat bicara. Pihak manajemen menegaskan bahwa kabar mengenai rencana privatisasi maupun langkah untuk menarik saham CIMB Niaga dari bursa sama sekali tidak benar. Mereka membantah keras adanya rencana strategis yang mengarah pada perubahan status CIMB Niaga dari perusahaan terbuka menjadi perusahaan tertutup.

Dalam klarifikasinya, CIMB Group menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan final maupun pengajuan proposal resmi kepada otoritas terkait mengenai perubahan status kepemilikan saham perseroan. Manajemen ingin memastikan bahwa informasi yang beredar di masyarakat tidak menimbulkan kepanikan atau salah tafsir yang dapat merugikan para pemegang saham dan stabilitas pasar.
Munculnya isu ini sebelumnya dipicu oleh laporan riset dari CIMB Investment Bank serta pemberitaan di sejumlah media massa. Spekulasi tersebut menyebutkan bahwa opsi delisting tengah dipertimbangkan sebagai solusi atas beberapa persoalan teknis, mulai dari isu likuiditas hingga aturan mengenai batas minimum saham yang wajib dimiliki oleh publik (free float). Selain itu, muncul pula opini bahwa valuasi saham CIMB Niaga saat ini dinilai belum mampu mencerminkan kekuatan fundamental kinerja jangka panjang perusahaan secara optimal.
Namun, narasi tersebut langsung dipatahkan oleh manajemen CIMB Niaga. Sebelumnya, Presiden Direktur CIMB Niaga, Lani Darmawan, juga telah memberikan pernyataan tegas bahwa perusahaan tidak memiliki niat sedikit pun untuk keluar dari Bursa Efek Indonesia. Ia menekankan bahwa perseroan tetap berkomitmen untuk menjaga transparansi dan selalu menjalin komunikasi serta konsultasi intensif dengan regulator.
Langkah klarifikasi ini dianggap penting oleh para pengamat pasar untuk menjaga kepercayaan investor. Dengan adanya kepastian bahwa tidak ada dokumen resmi yang diajukan terkait rencana penghapusan pencatatan saham, diharapkan volatilitas pasar akibat rumor dapat diredam. CIMB Niaga menegaskan bahwa fokus utama perusahaan saat ini tetap pada penguatan kinerja bisnis dan pemberian nilai tambah bagi seluruh pemegang saham melalui jalur pasar modal yang ada.
Melansir informasi dari chapnews.id, manajemen memastikan bahwa seluruh operasional dan strategi pertumbuhan perusahaan tetap berjalan sesuai dengan rencana jangka panjang yang telah ditetapkan, tanpa ada gangguan dari isu-isu spekulatif yang tidak berdasar.

