Chapnews – Nasional – Arus lalu lintas di Jalan Outer Ring Road (JORR) Cengkareng, Jakarta Barat, mengalami kelumpuhan parah pada Senin (9/3) siang akibat genangan banjir yang tak kunjung surut. Kondisi ini memaksa sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di area tersebut menghentikan operasionalnya dan menyebabkan kemacetan panjang yang melumpuhkan aktivitas warga.
Genangan air memanjang dari persimpangan Duri Kosambi hingga area putaran balik di bawah flyover Taman Semanan Indah. Akibatnya, pengendara hanya bisa menggunakan dua lajur paling kanan, menciptakan penumpukan kendaraan yang signifikan di sepanjang ruas jalan tersebut. Banyak pengendara sepeda motor memilih menepi di tepi jalan, saling mengingatkan bahaya menerobos genangan yang berpotensi merusak mesin kendaraan. Meskipun demikian, beberapa nekat mencoba melintas, dan tak sedikit yang akhirnya harus mendorong motornya karena mogok di tengah jalan.

SPBU Pertamina yang berada di tepi jalan juga tampak tidak berfungsi. Pagar hitam di pintu masuknya terkunci rapat dengan gembok dan rantai, menandakan penutupan total akibat area sekitarnya yang terendam banjir. Selain itu, jalur putaran balik menuju arah Kembangan di bawah flyover Taman Semanan Indah juga tak luput dari genangan, semakin memperparah disrupsi lalu lintas di kawasan tersebut.
Rizal, seorang pedagang lokal di sekitar lokasi, mengungkapkan bahwa banjir telah merendam kawasan ini sejak Minggu (8/3). "Kemarin airnya sampai setengah meter (50 cm), banyak motor yang mogok. Sekarang sudah mulai surut, lumayan bisa dilewati," ujarnya kepada chapnews.id pada Senin. Ia menjelaskan, penyebab banjir di Jalan Lingkar Luar Jakarta ini adalah luapan kali dan penampungan air di kolong tol yang tidak mampu menampung debit air akibat hujan deras yang mengguyur.
Situasi ini berdampak langsung pada usahanya dan warga sekitar. "Dari kemarin jadi sepi pembeli, susah mau beli kan karena banjir," keluh Rizal. Ia sangat berharap pemerintah daerah segera mengambil tindakan untuk memperbaiki sistem drainase di wilayah tersebut, mengingat banjir kerap melanda Jakarta Barat dalam beberapa hari terakhir dan mengganggu roda perekonomian lokal.



