Chapnews – Ekonomi – Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara resmi mengumumkan penunjukan Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) yang baru. Penunjukan mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia ini disebut sebagai langkah strategis pemerintah untuk memperkuat sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan.
Dalam sambutannya di hadapan jajaran eselon I dan awak media pada Jumat (06/02/2026) malam, Purbaya mengungkapkan kegembiraannya atas bergabungnya Juda Agung. "Hari ini spesial, bukan sekadar pelantikan, namun juga momen menyambut Pak Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan. Selamat datang di Juanda, Pak Juda," ujar Purbaya.

Purbaya menekankan bahwa kehadiran Juda Agung di Kementerian Keuangan bukanlah sekadar rotasi jabatan biasa. Ini merupakan bagian dari "desain besar" pemerintah guna menjamin koordinasi yang lebih padu dengan Bank Indonesia (BI). Sinergi ini, tambahnya, fundamental untuk mempertahankan stabilitas makroekonomi dan memupuk kepercayaan investor, terutama di tengah volatilitas pasar global.
Menteri Keuangan menyoroti rekam jejak Juda yang mumpuni di bidang ekonomi. "Pak Juda bukan orang baru dalam kebijakan ekonomi. Beliau lama menjaga stabilitas moneter, menjaga inflasi dan nilai tukar, dan lain-lain kerjanya banyak," jelas Purbaya. Ia menambahkan, kehadiran Juda diharapkan mampu memperkaya perspektif Kementerian Keuangan dan mengintensifkan koordinasi di sektor keuangan. "Ini semacam ‘switch’ agar kita dengan BI semakin dekat," imbuhnya.
Purbaya juga memberikan peringatan kepada awak media agar tidak menyebarkan spekulasi yang keliru terkait pergeseran tugas antarotoritas ini. "Jangan diceritakan macam-macam, teman-teman media. Ini memang desain agar kita dengan BI semakin dekat lagi ke depan, meskipun saya yakin saat ini sudah cukup dekat," tegas Purbaya. Ia menekankan, di tengah gelombang sentimen negatif yang melanda pasar global, sinergi erat antara otoritas fiskal dan moneter menjadi semakin vital untuk menjaga perekonomian nasional tetap stabil.



