Chapnews – Ekonomi – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir akan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi menjelang Hari Raya Idul Fitri. Jaminan ini disampaikan di tengah gejolak geopolitik global yang berpotensi memicu lonjakan harga minyak mentah dunia.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, saat ditemui di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis (5/3/2026), dengan tegas menyatakan komitmen pemerintah. "Saya pastikan, untuk harga BBM subsidi, sampai dengan Hari Raya tidak ada kenaikan apa pun," ujar Bahlil. Ia menambahkan, keputusan ini tetap berlaku "sekalipun terjadi kenaikan harga minyak akibat dinamika perang antara Israel, Amerika, dan Iran," menggarisbawahi upaya pemerintah menjaga stabilitas ekonomi domestik.

Namun, Bahlil turut menjelaskan adanya perbedaan perlakuan untuk jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi. "Untuk BBM non-subsidi, penyesuaian harga akan tetap mengikuti mekanisme pasar sesuai dengan ketentuan yang berlaku, yakni Peraturan Menteri ESDM Nomor 11 Tahun 2022," terangnya, membedakan kebijakan antara BBM yang disubsidi dan tidak.
Lebih lanjut, Bahlil juga memberikan jaminan mengenai ketersediaan pasokan energi nasional. Ia memastikan bahwa stok BBM dan LPG berada dalam kondisi sangat aman untuk memenuhi lonjakan kebutuhan masyarakat selama periode Idul Fitri. "Kami telah mengantisipasi secara menyeluruh. Stok BBM dan LPG kita menjelang Hari Raya Idul Fitri, Insyaallah, semua dalam kondisi aman. Masyarakat tidak perlu ragu, meskipun dinamika global di Iran dan Israel terus bergejolak," pungkas Bahlil, menegaskan kesiapan pemerintah dalam menjaga ketahanan energi nasional.


