Chapnews.id – Tragedi memilukan menyelimuti kawasan Berbah, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Kamis (1/10). Sebuah supermarket modern yang menjual berbagai kebutuhan bahan bangunan dan peralatan elektronik, Trans Home, ludes dilalap si jago merah dalam sebuah kebakaran hebat. Insiden yang terjadi di siang bolong ini tidak hanya menghanguskan bangunan, tetapi juga merenggut nyawa dua orang karyawan.
Peristiwa kebakaran ini dilaporkan mulai terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Api dengan cepat merambat di bangunan yang memiliki struktur tiga lantai serta satu lantai bawah tanah (basement) tersebut. Berdasarkan keterangan dari Koordinator Unit Siaga Basarnas Sleman, Dhedi Prasetya, tim evakuasi sempat berjuang keras menembus kepulan asap tebal untuk mencari korban di tengah kobaran api.

Dua orang korban, yang keduanya merupakan perempuan dan merupakan staf di toko tersebut, ditemukan di lantai tiga. Lokasi penemuan korban berada di area dekat tangga bangunan. "Kedua korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa, sudah tidak ada napas maupun denyut nadi," ujar Dhedi saat memberikan keterangan kepada media.
Kapolsek Berbah, AKP Fitrianto Heri Nugroho, mengonfirmasi bahwa kedua korban adalah karyawan Trans Home. Setelah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian, jenazah kedua korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara Polda DIY guna menjalani proses identifikasi lebih lanjut oleh pihak medis dan kepolisian.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti munculnya api masih dalam tahap penyelidikan intensif oleh pihak berwenang. Namun, laporan awal menunjukkan bahwa titik api diduga berasal dari sisi selatan atau bagian belakang bangunan. Petugas masih terus melakukan investigasi di lapangan untuk menentukan apakah kebakaran ini dipicu oleh arus pendek listrik atau faktor lainnya.
Upaya pemadaman berlangsung sangat dramatis dan memakan waktu berjam-jam. Hingga pukul 17.37 WIB, petugas gabungan masih berjibaku di lokasi untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak merambat ke pemukiman warga sekitar. Sebanyak 20 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi, melibatkan personel dari BPBD, Kepolisian, hingga Dinas Sosial. Bahkan, bantuan dari petugas gabungan dari wilayah Bantul, Kulon Progo, hingga Klaten dan Magelang turut diterjunkan untuk mempercepat penanganan.
Selain ancaman api, petugas juga harus ekstra waspada saat memeriksa area gudang di lantai basement. Hal ini dikarenakan adanya penyimpanan material cair yang mengandung zat kimia di area tersebut, yang berisiko menimbulkan ledakan atau reaksi berbahaya jika terkena panas ekstrem.
Dampak kerugian materiil akibat musibah ini diperkirakan sangat besar. Selain bangunan yang rusak parah, sekitar 100 unit kendaraan bermotor milik pelanggan dan karyawan yang terparkir di area toko dilaporkan hangus terbakar. Pihak kepolisian masih menghitung total kerugian finansial secara keseluruhan akibat insiden kebakaran ini. Melansir informasi dari chapnews.id, situasi di sekitar lokasi masih dijaga ketat untuk kelancaran proses pemadaman dan penyelidikan.


