Chapnews – Ekonomi – JAKARTA – Pasar modal Indonesia menunjukkan performa mengejutkan pada penutupan perdagangan Jumat (30/1/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil melonjak signifikan, mengakhiri sesi dengan penguatan 97,41 poin atau setara 1,18 persen, mencapai level 8.329,61. Kenaikan impresif ini terjadi tak lama setelah kabar pengunduran diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, mencuat ke publik.
Performa positif IHSG didukung oleh dominasi saham-saham yang bergerak naik. Tercatat, sebanyak 576 emiten berhasil membukukan kenaikan harga, jauh melampaui 205 saham yang mengalami koreksi dan 177 saham yang stagnan. Aktivitas perdagangan juga terpantau sangat ramai, dengan total nilai transaksi mencapai fantastis Rp41,2 triliun, melibatkan pertukaran 55,1 miliar lembar saham sepanjang hari itu.

Gelombang optimisme pasar juga merambat ke indeks-indeks sektoral utama lainnya. Indeks LQ45, yang berisi saham-saham paling likuid, melonjak 2,52 persen ke level 833. Sementara itu, Indeks Saham Syariah Indonesia (JII) menguat 2,09 persen ke 558, Indeks IDX30 naik 1,95 persen ke 429, dan Indeks MNC36 ikut terkerek 2,08 persen ke posisi 336.
Mayoritas indeks sektoral turut merasakan euforia penguatan ini, dengan delapan sektor utama berakhir di zona hijau. Sektor-sektor tersebut meliputi energi, bahan baku, properti, kesehatan, konsumer non-siklikal, keuangan, transportasi, dan teknologi. Namun, tidak semua sektor mampu bertahan. Tiga sektor tercatat melemah, yakni konsumer siklikal, infrastruktur, dan industri.
Di antara deretan saham yang paling bersinar, PT Eratex Djaja Tbk (ERTX) memimpin daftar top gainers dengan kenaikan fantastis 35 persen, ditutup pada Rp270 per saham. Disusul oleh PT Ever Shine Tex Tbk (ESTI) yang melesat 34,67 persen ke Rp202, dan PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA) yang tidak kalah impresif dengan lonjakan 34,09 persen, mengakhiri perdagangan di level Rp118.
Namun, tidak semua emiten beruntung. Beberapa saham harus menelan pil pahit dan masuk dalam daftar top losers. PT Royalindo Investa Wijaya Tbk (INDO) anjlok 14,97 persen ke Rp318, diikuti oleh PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) yang terperosok 14,94 persen ke Rp131, serta PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI) yang merosot 14,93 persen, ditutup di harga Rp228.
(Penulis: Dani Jumadil Akhir)



