Chapnews – Ekonomi – Musim kemarau panjang telah memicu krisis air bersih yang serius di Desa Dodaga, Kecamatan Wasile Timur, Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara. Kondisi ini menyebabkan ratusan kepala keluarga kesulitan mendapatkan akses air minum dan kebutuhan sehari-hari, memaksa mereka bergantung pada bantuan darurat.
Menanggapi darurat ini, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, telah bergerak cepat menyalurkan bantuan. Hingga Sabtu (1/8) lalu, sekitar 8.000 liter air bersih telah didistribusikan kepada warga yang terdampak kekeringan parah.

Penyaluran vital ini dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara bekerja sama dengan mitra di lapangan. Dua unit mobil tangki berkapasitas masing-masing 4.000 liter dikerahkan untuk memastikan pasokan air sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan.
Air bersih tersebut langsung didistribusikan kepada 150 kepala keluarga atau sekitar 300 jiwa di Desa Dodaga. Mereka adalah penduduk yang paling merasakan dampak keterbatasan akses air akibat kemarau ekstrem ini, yang telah mengeringkan sumber-sumber air tradisional.
Kepala BWS Maluku Utara, M Saleh Talib, menegaskan bahwa proses distribusi berjalan lancar tanpa kendala berarti. "Distribusi air bersih ini menempuh jarak sekitar 20 kilometer, dengan waktu tempuh kurang lebih satu jam menuju lokasi," jelas Saleh dalam keterangan resminya, yang diterima chapnews.id.
Upaya ini menjadi angin segar bagi warga Dodaga yang selama ini berjuang menghadapi kelangkaan air. Pemerintah berkomitmen untuk terus memantau dan memberikan bantuan bagi daerah-daerah yang dilanda kekeringan, memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah tantangan iklim.

