Chapnews – Nasional – Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, baru-baru ini dilanda serangkaian bencana tanah longsor yang menimpa delapan lokasi berbeda di tiga desa. Peristiwa ini, yang terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras dengan intensitas tinggi pada Sabtu malam, sempat menutup akses jalan vital. Namun, berkat respons cepat dari berbagai pihak, material longsor kini telah berhasil dibersihkan, dan jalur transportasi sudah dapat dilalui kembali.
Menurut Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kudus, Eko Hari Jatmiko, delapan titik longsor tersebut tersebar di Desa Rahtawu (tiga lokasi), Desa Menawan (empat lokasi) – keduanya masuk wilayah Kecamatan Gebog – serta satu titik di Desa Soco, Kecamatan Dawe. "Semua kejadian longsor ini berlangsung serentak pada Sabtu malam, dipicu oleh curah hujan yang sangat tinggi," jelas Eko, seperti dilaporkan oleh chapnews.id.

Salah satu lokasi yang paling parah terdampak adalah Dukuh Semliro, Desa Rahtawu. Di sana, material longsor tidak hanya berupa gundukan tanah, tetapi juga bebatuan besar yang sempat menutup total akses jalan warga. Kondisi ini sempat melumpuhkan mobilitas penduduk setempat, namun kini telah teratasi.
Camat Gebog, Fariq Musthofa, mengungkapkan bahwa upaya pembersihan jalan dilakukan melalui kerja bakti besar-besaran yang melibatkan berbagai elemen. "Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Gebog bersama pemerintah desa, relawan, dan masyarakat setempat bahu-membahu membersihkan material longsor yang menutup jalan satu-satunya itu," kata Fariq, mengapresiasi semangat gotong royong yang ditunjukkan.
BPBD Kudus mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama mengingat potensi curah hujan yang masih tinggi. Eko Hari Jatmiko menyarankan warga yang tinggal di daerah rawan longsor untuk selalu siaga dan tidak ragu mengungsi ke tempat yang lebih aman, seperti rumah tetangga atau posko pengungsian, jika hujan deras kembali mengguyur dalam waktu lama. "Bagi pengendara yang melintas menuju Rahtawu atau Menawan juga diminta berhati-hati dan sebaiknya berhenti di tempat aman jika cuaca memburuk disertai angin kencang," tambahnya.
Sebagai informasi tambahan, peta rawan bencana menunjukkan bahwa Kabupaten Kudus memiliki 13 desa yang berpotensi tinggi mengalami tanah longsor. Desa-desa tersebut meliputi Rahtawu, Menawan, Jurang, dan Kedungsari di Kecamatan Gebog; Desa Terban di Kecamatan Jekulo; serta Desa Soco, Ternadi, Japan, Kuwukan, Puyoh, Colo, Dukuh Waringin, dan Cranggang di Kecamatan Dawe. Kondisi geografis ini menuntut kewaspadaan berkelanjutan dari seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah demi mencegah dampak yang lebih buruk di masa mendatang.



