Chapnews – Ekonomi – PT Pertamina (Persero) mengambil langkah luar biasa untuk memastikan pasokan energi tetap lancar di wilayah terdampak bencana, khususnya Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah yang masih terisolasi. Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, bersama Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, meninjau langsung logistik Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) yang siap didistribusikan, dengan mengoptimalkan jalur udara sebagai solusi utama.
Simon Aloysius Mantiri menegaskan komitmen Pertamina untuk memanfaatkan segala moda transportasi – darat, laut, dan udara – demi kelancaran distribusi energi. Upaya ini merupakan bagian dari respons cepat perusahaan dalam menjamin ketersediaan energi bagi masyarakat di daerah yang sulit dijangkau.

"Kami sangat menghargai kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari otoritas bandara, pemerintah daerah, TNI, BNPB, Kepolisian, hingga mitra distribusi. Untuk wilayah yang masih terisolasi, pengiriman via udara adalah opsi terbaik agar energi cepat dan tepat sampai ke masyarakat," ujar Simon pada Jumat (12/12/2026), menekankan pentingnya sinergi dalam penanganan bencana.
Senada dengan Simon, Mars Ega Legowo Putra dari Pertamina Patra Niaga menambahkan bahwa penyaluran energi melalui udara telah dimulai sejak 3 Desember 2026, mencakup baik BBM maupun LPG. Langkah ini diambil menyusul kondisi bencana yang masih menghambat akses darat di sejumlah titik vital.
"Berbagai jenis moda transportasi udara seperti penerbangan perintis, pesawat Hercules, pesawat Casa, bahkan helikopter dengan sling load telah kami kerahkan. Ini adalah solusi atas terbatasnya akses darat akibat kondisi bencana yang masih menghambat mobilitas distribusi di beberapa titik," jelas Mars Ega. Inisiatif ini menunjukkan dedikasi Pertamina dalam memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi, bahkan di tengah tantangan geografis dan infrastruktur yang berat.



