Chapnews – Nasional – Warga Maluku Tenggara dikejutkan oleh guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 5 pada Kamis dini hari. Peristiwa seismik ini terjadi tepat pukul 03.04 WIB, namun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dengan cepat memastikan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami yang membahayakan.
Menurut data yang dirilis BMKG dan diterima chapnews.id, episenter gempa berlokasi di tengah laut, sekitar 206 kilometer di barat laut Maluku Tenggara. Kedalaman pusat gempa tercatat sangat dangkal, yakni 12 kilometer, yang seringkali dapat memperkuat dampak guncangan di permukaan.

BMKG kemudian melakukan analisis lebih lanjut dan memperbarui parameter gempa menjadi magnitudo M4,9. Dalam keterangan resminya, BMKG merinci, "Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 5,13° LS ; 131,02° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 206 km barat laut Maluku Tenggara pada kedalaman 12 km."
Meskipun guncangan cukup terasa, BMKG menegaskan bahwa hasil pemodelan menunjukkan gempa ini tidak memiliki potensi tsunami. Hingga laporan ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan infrastruktur atau korban jiwa yang diakibatkan oleh gempa di wilayah Maluku Tenggara dan sekitarnya.
Aktivitas seismik di timur Indonesia pada dini hari tersebut tidak hanya terjadi di Maluku Tenggara. Pada waktu yang hampir bersamaan, wilayah Kodi Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, juga diguncang gempa magnitudo 2,5. Tak berselang lama, gempa magnitudo 4,2 turut mengguncang Tambrauw, Papua Barat, sekitar pukul 03.38 WIB, menunjukkan adanya aktivitas tektonik yang cukup aktif di berbagai titik di bagian timur kepulauan Indonesia.



