Chapnews – Ekonomi – Pergantian Menteri Keuangan, Sri Mulyani digantikan Purbaya Yudhi Sadewa, dalam reshuffle kabinet Presiden Prabowo Subianto, menimbulkan pertanyaan besar: mampukah Purbaya mencapai target pertumbuhan ekonomi 8% per tahun? Target ambisius tersebut membutuhkan lebih dari sekadar kebijakan biasa.
Lutfi Alkatiri, Ketua Keluarga Alumni Program Studi Ilmu Keuangan Institut Teknologi Bandung (PSIK-ITB), menyatakan bahwa mencapai target tersebut memerlukan Menteri Keuangan yang bukan hanya visioner dan berani, tetapi juga memiliki integritas yang tak tercela. "Target pertumbuhan ekonomi 8% tidak bisa dicapai hanya dengan kebijakan biasa-biasa saja," tegasnya pada Rabu (10/9/2025).

Menurut Alkatiri, Menteri Keuangan mendatang harus memiliki pemahaman yang mendalam tentang kebijakan fiskal dan makroekonomi. Keahlian dalam mengelola APBN, defisit, pembiayaan, dan perpajakan menjadi krusial. Lebih lanjut, pengelolaan utang negara juga harus terjaga agar rasio utang tetap di bawah 40% dari PDB, sambil tetap menyediakan ruang untuk investasi produktif. Tantangan besar kini berada di pundak Purbaya Yudhi Sadewa. Bisakah ia menjawabnya?


