Chapnews – Ekonomi – Permasalahan restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Whoosh, dikabarkan telah mencapai titik terang. Di tengah penyelesaian tersebut, muncul opsi mengejutkan: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berpotensi mengambil alih pengelolaan Whoosh. Pengumuman resmi terkait skema penyelesaian ini diharapkan segera disampaikan ke publik dalam waktu dekat.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara mengenai perkembangan ini. Ia menegaskan bahwa pembahasan mengenai penyelesaian masalah Whoosh sudah final dan keputusan telah diambil. "Rapatnya sudah putus," kata Purbaya kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa lalu.

Purbaya menambahkan, seluruh pembahasan telah rampung dan kini tinggal menunggu formalitas sebelum pengumuman resmi. "Sudah selesai, tinggal formalitas, tapi saya belum bisa umumin karena bukan saya sendiri yang terlibat, itu nanti akan diumumkan mungkin. Tapi sudah clear itu seperti apa nanti pengelolaannya," jelasnya, mengisyaratkan bahwa skema pengelolaan Whoosh sudah jelas dan terencana.
Danantara Konfirmasi Opsi Kemenkeu Ambil Alih KCIC
Di sisi lain, Dony Oskaria, COO BPI Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, membenarkan adanya opsi pengambilalihan PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC), konsorsium pengelola Whoosh, oleh Kemenkeu. Menurut Dony, skema ini merupakan salah satu alternatif yang sedang dipertimbangkan pemerintah untuk menuntaskan isu pada proyek kereta cepat tersebut.
"Iya, kemungkinan, ini sedang kita, insya Allah mudah-mudahan sebentar lagi selesai, kita pikirin satu-satu kan. Ada beberapa skema tentunya, nanti saya akan update karena kalau sekarang belum final kita update nanti takut rame lagi," ujar Dony.
Ia memperkirakan bahwa keputusan final mengenai semua opsi penyelesaian, termasuk potensi Kemenkeu mengambil alih KCIC, akan rampung dalam satu hingga dua bulan ke depan. "Masih ada beberapa opsi pokoknya. Semua penyelesaian itu, jadi apakah opsi A, Opsi B, tapi 1-2 bulan ini akan selesai," tambahnya.
Terkait nasib konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) yang beranggotakan beberapa perusahaan pelat merah seperti PT KAI, PT WIKA, PT Jasa Marga, hingga PTPN, Dony enggan menjelaskan secara rinci. Namun, ia menekankan bahwa pemerintah berencana merestrukturisasi peran BUMN-BUMN yang tergabung dalam PSBI. Sebagai contoh, WIKA akan dikembalikan fokusnya ke bisnis inti kontraktor, tidak lagi terlibat dalam urusan operasional kereta cepat.
"Itu kita beresin sekalian, kan kita maunya sekali selesai tuntas semua kita kembalikan lagi ke porsinya, misalnya WIKA memang bukan bidangnya di situ kita akan fokus ke kontraktor. Nanti satu per satu kita bereskan. Kita maunya semua yang diselesaikan tuntas," pungkas Dony, menegaskan komitmen pemerintah untuk menyelesaikan seluruh persoalan secara komprehensif.



