Ads - After Header

Misteri Beras Premium Hilang dari Rak Minimarket

Ahmad Dewatara

Chapnews.id – Kelangkaan stok beras kualitas premium di berbagai jaringan ritel modern belakangan ini memicu kekhawatiran di tengah masyarakat. Menanggapi fenomena kosongnya rak-rak beras premium di supermarket, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bergerak cepat dengan menginstruksikan Perum Bulog untuk segera melakukan intervensi pasar guna menjamin ketersediaan pangan.

Amran, yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam melihat distribusi beras premium yang tersendat. Ia memerintahkan Bulog untuk memperkuat jalur penyaluran beras ke jaringan ritel agar masyarakat dapat kembali dengan mudah menemukan produk beras berkualitas di pasar modern.

Misteri Beras Premium Hilang dari Rak Minimarket
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Sebagai langkah awal, Bulog telah diperintahkan untuk menggelontorkan sebanyak 110 ribu ton beras ke pasar. Namun, Amran menekankan bahwa angka tersebut bukanlah angka mati. Jika permintaan di lapangan terus melonjak dan pasokan masih dirasa kurang, pemerintah siap melipatgandakan volume distribusi tersebut.

"Sudah saya perintahkan Bulog. Jika 110 ribu ton dirasa belum cukup, silakan dikali tiga. Stok beras kita sebenarnya sangat melimpah," tegas Amran saat memberikan keterangan di Jakarta, Senin (21/9/2026).

Kondisi kelangkaan di ritel modern ini dinilai sebagai masalah distribusi, bukan masalah ketersediaan stok nasional. Amran memastikan bahwa cadangan beras pemerintah saat ini berada dalam posisi yang sangat aman. Berdasarkan data terbaru, Bulog mengelola stok beras sekitar 4,6 juta ton. Guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan di masa mendatang, pemerintah bahkan telah menyiapkan tambahan kapasitas penyimpanan melalui penyewaan gudang tambahan sebesar 2 juta ton.

"Kita sudah siapkan gudang tambahan 2 juta ton. Jadi, secara stok kita sangat aman. Masalahnya sekarang adalah bagaimana memastikan beras ini sampai ke tangan konsumen melalui distribusi yang lancar," tambahnya.

Selain memperkuat pasokan ke ritel, pemerintah juga tengah menjalankan strategi komprehensif untuk menstabilkan harga pangan. Langkah-langkah tersebut meliputi pelaksanaan operasi pasar secara masif, penyaluran bantuan pangan beras yang menyasar 33,4 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia, serta menjalankan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan alokasi sebesar 1 juta ton.

Melalui kombinasi berbagai instrumen stabilisasi ini, Mentan optimis tekanan harga beras di pasar dapat segera mereda. Ia berharap dengan distribusi yang lebih agresif dan tepat sasaran, kekosongan stok di tingkat konsumen dapat segera teratasi dan harga kembali stabil sesuai dengan daya beli masyarakat.

"Insyaallah harga akan turun. Kami terus bekerja melalui berbagai jalur, mulai dari operasi pasar hingga bantuan sosial. Mohon doanya agar semua berjalan lancar," pungkas Amran.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer