Chapnews – Nasional – Tragedi berdarah yang menimpa Ketua DPD II Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, pada Minggu (19/4) lalu, langsung menyita perhatian elit partai beringin. Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia, secara tegas menugaskan Sekretaris Jenderal Muhammad Sarmuji untuk mengawal tuntas kasus penikaman yang merenggut nyawa Nus Kei di area bandara Kecamatan Kei Kecil tersebut.
Bahlil, yang ditemui usai menghadiri peluncuran buku Sarmuji, menyampaikan duka cita mendalam atas insiden tragis ini. Ia menegaskan bahwa DPP Golkar tidak akan tinggal diam dan telah meminta aparat penegak hukum untuk mengusut kasus ini secara transparan dan tuntas. "DPP Golkar sudah saya meminta kepada Sekjen untuk mendampingi proses sampai tuntas," ujar Bahlil, menekankan komitmen partai.

Reaksi serupa datang dari Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia. Ia mengaku terkejut dan sangat menyayangkan serangan brutal terhadap kader partainya. Doli berharap insiden ini murni kriminal dan tidak terkait dengan intrik internal partai. Ia juga mengimbau seluruh jajaran Golkar, khususnya di Maluku Tenggara, untuk tetap menjaga kondusifitas, menahan diri dari provokasi, dan turut serta mendinginkan suasana sambil memastikan proses hukum berjalan adil.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 11.25 WIT, tak lama setelah Nus Kei mendarat dari Jakarta. Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Rositah Umasugi, dalam keterangannya kepada chapnews.id, mengungkapkan bahwa motif utama di balik penikaman ini adalah balas dendam yang berakar dari serangkaian konflik panjang.
Rositah menjelaskan, kedua pelaku menyimpan dendam kesumat terhadap Nus Kei karena diyakini sebagai otak di balik pembunuhan Fenansius Wadanubun alias Dani Holat, saudara kandung mereka. Dendam ini bukan tanpa preseden. Pada tahun 2023, sebuah bentrokan berdarah terjadi di Bekasi antara kelompok Nus Kei dan John Kei, yang mengakibatkan tewasnya seorang pria berinisial GR (44) dari kubu Nus Kei. Ironisnya, insiden di Bekasi tersebut juga merupakan aksi balasan atas serangan yang dilancarkan kelompok John Kei pada tahun 2020 di Tangerang. Rantai kekerasan dan balas dendam inilah yang diduga kuat menjadi pemicu tragedi terbaru yang menimpa Nus Kei. Pihak kepolisian kini terus mendalami kasus ini untuk mengungkap semua fakta di baliknya.



