Chapnews – Nasional – Jakarta – Sebuah tragedi memilukan mengguncang kawasan Warakas, Jakarta Utara, ketika tiga anggota keluarga ditemukan tak bernyawa di dalam rumah kontrakan mereka. Hingga Sabtu (3/1/2026), penyebab pasti kematian ketiganya masih menjadi misteri, dengan pihak kepolisian dan medis menanti hasil uji toksikologi yang krusial untuk mengungkap tabir di balik insiden ini.
Brigjen Prima Heru, Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Polri, mengonfirmasi bahwa proses autopsi terhadap ketiga jenazah telah rampung dan jasadnya telah diserahkan kembali kepada keluarga. "Jenazah sudah diautopsi dan sudah diserahkan keluarganya. Untuk hasil, nunggu hasil toksikologi," terang Prima saat dihubungi chapnews.id pada Sabtu (3/1/2026). Pernyataan ini menegaskan bahwa kunci pengungkapan kasus ini ada pada laporan laboratorium.

Penemuan mengerikan ini terjadi pada Jumat (2/1/2026) di sebuah rumah kontrakan di Jalan Warakas 5, Gang 10, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Tiga korban meninggal dunia diidentifikasi sebagai dua perempuan, SS (50) dan AAL (27), serta seorang anak laki-laki, AAB (13). Sementara itu, seorang pria berinisial ASJ (22) ditemukan selamat dan segera dilarikan ke RSUD Koja untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Kejanggalan awal yang ditemukan di lokasi kejadian menambah kompleksitas kasus ini. Kanit Resmob Polres Metro Jakarta Utara, Iptu Seno Adji Pradana, mengungkapkan bahwa ketiga jenazah yang ditemukan mengeluarkan busa dari mulut mereka. "Dari pemeriksaan awal, dari kasat mata keluar busa dari ketiga mayat tersebut," jelas Iptu Seno Adji di Jakarta, Jumat. Observasi ini menjadi petunjuk awal yang sangat penting bagi tim penyidik.
Pihak berwenang kini fokus menunggu hasil uji toksikologi yang diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai zat atau racun yang mungkin menjadi penyebab kematian tragis ini. Publik dan keluarga korban berharap agar hasil tersebut segera keluar untuk menguak penyebab pasti dan memberikan titik terang atas insiden yang menyelimuti Warakas ini.


