Chapnews – Ekonomi – PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV) atau MVN, mengungkapkan strategi baru untuk menghadapi persaingan bisnis yang semakin ketat di tahun 2025. Dalam paparan publik, direksi MVN memaparkan langkah-langkah strategis untuk memperkuat berbagai lini bisnis, mulai dari layanan TV berlangganan hingga distribusi konten digital.
Direktur Utama MVN, Endang Mayawati, mengakui kinerja positif perusahaan sepanjang 2024, terutama pada sektor Direct-to-Home (DTH), Pay TV (PTV), MNC Kabel Mediakom (MKM), dan layanan infrastruktur berbasis Information and Communication Technology (ICT). Namun, ia menegaskan bahwa tahun 2025 akan menjadi tahun penuh tantangan. "Tahun lalu memang bagus, tapi ke depan kita harus lebih mengembangkan lagi," ujar Endang. Fokus MVN akan tertuju pada penyaluran dan distribusi konten melalui ICT dan MKM, sementara layanan DTH seperti Indovision dan K-Vision, serta MNC Play (IPTV), akan tetap beroperasi.

Endang menekankan bahwa persaingan bisnis dan tekanan ekonomi makro menjadi tantangan utama. Untuk menghadapinya, MVN akan mengoptimalkan saluran distribusi dan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk pengembangan konten dan layanan. "Kita akan terus berupaya memberikan yang terbaik. Kita akan terus menggali potensi pengembangan melalui channel dan AI," tambahnya.
Wakil Direktur Utama MVN, Herman Kusno, menambahkan pentingnya kolaborasi di sektor ICT. MVN akan menjalin kemitraan untuk pengembangan teknologi dan distribusi konten melalui berbagai platform, termasuk bekerja sama dengan penyedia layanan internet (ISP). "Untuk ICT, kita akan mengembangkan bisnis kerjasama, terutama dalam pengembangan teknologi dan peralatan. Distribusi konten tidak hanya melalui DTH dan IPTV, tapi juga ISP. Ini akan meningkatkan pendapatan kita," jelas Herman. Strategi ini diharapkan mampu membawa MVN melewati tantangan 2025 dan mempertahankan posisinya di industri konten digital.



