Chapnews – Nasional – Konfederasi Sarbumusi (K-Sarbumusi) melayangkan ancaman mogok nasional bagi para sopir truk logistik. Ancaman ini dilontarkan menyusul demonstrasi terkait kebijakan zero ODOL (Over Dimension and Over Loading) di Jakarta pada Rabu (2/7) lalu yang dinilai tak membuahkan hasil signifikan. Presiden K-Sarbumusi, dalam konferensi pers Kamis (3/7), menyerukan konsolidasi aksi selanjutnya, termasuk mogok nasional jika dalam sembilan hari ke depan tak ada iktikad baik dari Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan serta Menhub.
Irham, Presiden K-Sarbumusi, mengecam sikap Menko dan Menhub yang enggan berdialog langsung dengan para demonstran. Ia menekankan bahwa masalah ODOL bukan hanya persoalan sopir semata, melainkan berdampak sistemik pada rantai pasok barang dan jasa nasional. Ia juga menyoroti dugaan pembubaran paksa aksi dan penangkapan aktivis buruh oleh kepolisian, yang dianggap sebagai pelanggaran hak demokrasi.

Sebagai langkah selanjutnya, K-Sarbumusi berencana menyampaikan draf RUU Perlindungan Pengemudi Transportasi Logistik langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Ancaman mogok nasional ini berpotensi menimbulkan dampak besar pada distribusi barang dan jasa di seluruh Indonesia. Situasi ini patut diwaspadai dan membutuhkan solusi segera dari pemerintah.


